25.3 C
New York
Selasa, Juni 22, 2021

Buy now

JALAN KELUAR DARI “LINGKARAN SETAN”

JALAN KELUAR DARI “LINGKARAN SETAN”

“Seorang budayawan Mas Prie GS (alm) menyampaikan kabar baiknya dari lingkaran setan itu, karena sesungguhnya yang namanya berupa lingkaran yang kita tidak tahu mana ujung pangkalnya, maka metode untuk keluar dasari lingkaran setan ternyata sangat mudah dan sederhana sekali, yaitu KITA BISA DARI TITIK MANA AJA MEMULAINYA UNTUK KELUAR DARI LINGKARAN MASALAH TERSEBUT. Oleh karena itu yang perlu dicatat dan ditegaskan adalah KITA MULAI untuk melakukan usaha untuk keluar dari suatu masalah, lantas dari mana mulainya, maka mulai dari titik mana aja, dan yang penting mulailah”.

(syaifudin)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, entah kapan istilah “lingkaran setan” ini muncul, dan apa makna sesungguhnya, namun saat kita melihat arti dalam kamus yang ditungkan dalam KBBI disebutkan ” arti lingkaran setan adalah keadaan atau masalah yang seolah-olah tidak berujung pangkal, sulit dicari penyelesaiannya. Arti lainnya dari lingkaran setan adalah proses atau lingkaran tidak berujung pangkal. Lingkaran setan berasal dari kata dasar lingkaran. Dari sini dapat kita urai bahwa  sesungguhnya lingkaran setan itu terurai dari kata “lingkaran” dan “setan”.

Sahabat ! secara makna denotatif lingkaran adalah suatu garis yang terhubung dengan bentuk “bundar”, sehingga kita tidak menemukan mana titik ujung dan mana titik pangkalnya, oleh karena itu garis dalam bentuk bundar yang kita sebut lingkaran ini memang tidak bisa dilihat lagi titik awal dan titik akhirnya, dan hanya akan kita bisa ketahui saat kembali pada proses pembentukan garis bundar tersebut. Dan kalau garis itu sudah tersambung, maka sekali lagi kita tidak mengetahui lagi ujung pangkal titik awal dan akhirnya.

Sahabat ! dari sifat lingkaran tersebut itu saja sebenarnya kita sudah bisa menyatakan bahwa kalau suatu masalah diumpamakan dengan lingkaran, maka kita sudah tidak bisa melihat titik pangkal dari masalah itu, sehingga bermula dan dari mana memulainya untuk keluar dari masalah tersebut menjadikan kita bingung.

Sahabat ! lantas mengapa kemudian kata lingkaran itu ditambah dengan kata “setan” ? dari sini kemudian dari penelusan saya, terminologi “setan” lebih kepada sifat jahat yang dilakukan oleh makhluk yang disebut “iblis”, namun demikian semua sifat jahat yang dilakukan oleh makhluk lainnya (termasuk jin dan manusia) dapat disebut “setan”.  Oleh karena itulah pada saat bicara setan, maka pada dasarnya mengacu kepada perilaku atau sifat yang buruk atau “jahat”.

Sahabat !, lalu pertanyaannya pada saat kata lingkaran ditambahkan dengan kata setan dan menjadi “lingkaran setan” itu sering kita maknai sebagai suatu masalah yang pelik dan seolah-olah tanpa ada jalan keluarnya ? sederhananya dugaan saya bahwa bicara lingkaran saja sudah tidak tahu kita tidak ujung pangkalnya, ditambah lagi sifat setan yang jahat itu, maka ia menjadi jalan buntu karena dituntun oleh sifat jahat yang terus membawa arah kepada kesesatan hidup. Sehingga kalau suatu masalah yang sulit mencari solusinya dan ditambah lagi jahat dan liciknya nya setan, maka bertambah gelaplah kondisi jalan keluar yang yang sulit itu, ibarat “bentangan benang hitam di malam gelap gulita”, mana mungkin kita bisa menelurinya benang itu, karena mata kitapun tidak dapat melihatnya.

Sahabat ! dari itulah kalau suatu masalah diibaratkan sebagai lingkaran setan, maka dalam benak kita sudah tercipa gambaran (image) bahwa masalah itu sulit dan tidak mungkin kita pecahkan, karena kita tidak tahu apa inti masalahnya dan dari mana kita harus keluar dari masalah tersebut. Karena image yang demikian itulah telah membentuk fikiran kita pada kondisi “tidak mungkin” bisa keluar dari masalah tersebut, sehingga akhirnya kitapun terjebak pada image yang kita bentuk sendiri, sampai kita larut dalam masalah dan terus berada dalam lingkaran masalah itu.

Sahabat ! seorang budayawan Mas Prie GS (alm) menyampaikan kabar baiknya dari lingkaran setan itu, karena sesungguhnya yang namanya berupa lingkaran yang kita tidak tahu mana ujung pangkalnya, maka metode untuk keluar dasari lingkaran setan ternyata sangat mudah dan sederhana sekali, yaitu KITA BISA DARI TITIK MANA AJA MEMULAINYA UNTUK KELUAR DARI LINGKARAN MASALAH TERSEBUT. Oleh karena itu yang perlu dicatat dan ditegaskan adalah KITA MULAI untuk melakukan usaha untuk keluar dari suatu masalah, lantas dari mana mulainya, maka mulai dari titik mana aja, dan yang penting mulai lah.

Sahabat ! ternyata relaitas kehidupan kita pun sering bertutur, untuk memulai sesuatu untuk keluar dari masalah itupun sulit kita lakukan, baik terhadap masalah yang ada pada diri kita ataupun masalah yang ada dilingkungan kita, karena kita sendiri  sudah larut dalam lingkaran masalah tersebut,  dan bahkan karena lamanya kita berada dalam lingkaran masalah itu terkadang kita tidak sadar lagi bahwa hal itu adalah tidak baik, dan saat sadar bahwa masalah itu sebagai hal yang tidak baik, kita sendiripun tidak dapat bertindak apa-apa untuk berkontribusi keluar dari ketidakbaikan itu.

Sahabat ! sampai disini saya hanya berpesan pada diri saya sendiri dan keluarga serta barangkali juga berkenan untuk sahabat semua, bahwa MULAILAH BERBUAT SESUAI DENGAN KAPASITAS KITA UNTUK MENYEBARKAN KEBAIKAN, DAN KALAUPUN KITA TIDAK MAMPU, MAKA MULAILAH DENGAN DIRI SENDIRI UNTUK TIDAK  IKUT MENYEBARKAN KETIDAKBAIKAN.

Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

 

Berita sebelumyaKUDA (“SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)
Berita berikutnyaTEAMWORK

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,044FansSuka
2,827PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles