SEHAT PARIPURNA “SEHAT WAL AFIAT”
“Dari konsep Kesehatan menurut standar WHO itu saja sudah mempunyai cakupan yang sangat luas pada saat kita membicarakan Kesehatan. Namun terdapat konsep kesehatan yang lebih dahsyat lagi saat kita melihatnya dari sisi “SPRITUAL”, yaitu yang disebut konsep SEHAT WAL AFIAT. Konsep ini disamping melihat cakupan sehat menurut WHO tersebut, akan tetapi dengan terminologi afiat, maka mempunyai cakupan yang lebih luas lagi, yang meliputi aspek spritual, dalam dua dimensi yaitu “afiat di dunia” dan “afiat di akhirat””.
(Syaifudin)
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi (SKSI) yang Insyaallah selalu diberikan rahmat kebahagiaan dan kedamaian dalam kehidupan ini, kali ini ijinkan saya mengulas kembali tulisan yang pernah saya ungkapkan di SKSI dutatv.com dan program monolog SKSI, yang berbicara tentang “Sehat wal Alfiat” yang kali ini saya ingin menegaskan kembali tentang makna bijak dan utuh dari “sehat wal afiat” tersebut.
Sahabat ! sudah mejadi kelajiman bagi kita kalau kita ketenau dengan sahabat, orang tua, guru atau teman, maka kita menanyakan dan mendoakan tentang kesehatannya, terlebih lagi kalau berada pada usia-usia 40 an ke atas. Begitu pula saat aja moment milad atau ulang tahun maka doa tentang Kesehatan menjadi menu doa yang utama disamping doa untuk kebagiaan dan kesuksesan hidup.
Sahabat ! Lantas yang menjadi pertanyaan dan renungan saya adalah, pada saat kita men-doakan dan di-doakan tersebut, apa yang menjadi pemahaman kita tentang isi atau substansi dari doa “sehat” tersebut ? Dan kalau saya telusuri pada kalimat selanjutnya di banyak pembicaraan para sahabat, maka kemudian mereka bercerita tentang “ada atau tidaknya” gangguan Kesehatan yang bersifat “fisik”, seperti “tekanan darah”, “gangguan jantung”, “gangguan pernafasan”, “gangguan pencernaan” dan seterusnya yang sekali lagi merujuk kepada adanya gejala-gejala yang muncul dalam bventuk kesakitan pada organ fisik.
Sahabat ! tentu cara pandang kita terhadap aspek Kesehatan fisik ini menjadi umum dan sangat mudah untuk kita kenali serta kita rasakan, oleh karena itu tidak salah kalau kita memaknai kesehatan pada saat ketemu dan mendoakan sahabat dengan mengacu kepada kondisi kesehatan fisik. Namun demikian sesungguhnya kalau kita mengacu kepada makna yang didefinisikan oleh Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 yang juga mengadopsi definisi kesehatan dari WHO (world health organization) bahwa kondisi sehat itu mencakup empat aspek, yaitu sehat badan, mental, sosial dan ekonomi, oleh karena itu makna sehat mempunyai cakupan yang luas, dan termasuk pula pada aspek produktivitas manusia dalam kehidupannya.
Sahabat ! dari sisi kesehatan badan fisik saja sudah sangat rumit kita fahami, alami dan rasakan, apalagi berbicara pada sisi kesehatan “mental” yang menurut para ahli terdapat banyak katagore penyakit jiwa dari yang ringan sampai yang berat. Namun dari sisi kemampuian merasakan kondisi penyakit pada diri kita, maka terdapat perbedaan yang mendasar antara sakit fisik dengan sakit mental ini, yaitu kalau kita mengalami sakit badan kondisi sakitnya dapat kita sadari danrasakan sendiri, akan tetapi pada saat sakit mental. Kita sendiri tidak menyadarinya, tetapi justeru orang lainlah yang menyadari dan merasakan adanya penyakit mental tersebut.
Sahabat ! Apalagi kalau kita bicara kesehatan sosial, maka tolak ukur (parameter) nya adalah hubungan dan adaptasi terhadap sesama dalam pergaulan hidup di masyarakat, sebagai pengejawantahan manusia sebagai makhluk sosial, oleh karena itu akan sakit secara sosial manakala ia tidak dapat bergaul dan beradaptasi dengan anggota masyarakat lainnya. Seterusnya saat kita melihat dari sisi kesehatan ekonomi yang mengacu kepada kesejahteraan ekonomis, maka produktivitas yang menjadi ukurannya melihat kesehatan dari kemampuan seseorang tetap produktif dalam hidupnya, yang hasilnya dapat di ukur secara ekonomis.
Sahabat ! dari konsep Kesehatan menurut standar WHO itu saja sudah mempunyai cakupan yang sangat luas pada saat kita membicarakan Kesehatan. Namun terdapat konsep kesehatan yang lebih dahsyat lagi saat kita melihatnya dari sisi “SPRITUAL”, yaitu yang disebut konsep SEHAT WAL AFIAT. Konsep ini disamping melihat tersebut di atas, akan tetapi juga dengan terminologi afiat mempunyai parameter yang lebih luas lagi, menyangkut aspek spritual, yang berada dalam dua dimensi yaitu afiat di dunia dan afiat di akhirat.
Sahabat ! Afiat di dunia mencakup kondisi kemampuan menuntut ilmu, kondisi kemampuan beribadah, kondisi kemampuan mencari rejeki yang halal, kondisi kemampuan bersabar dan kondisi kemampuan bersyukur. Sedangkan afiat akhirat adalah kondisi keselamatan dan kemudahan setelah kehidupan di dunia berakhir dan atau pasca kematian yaitu kondisi  terhindarnya dari berbagai siksa kubur dan api neraka.
Sahabat ! sungguh luar biasa makna yang terkandung dalam konsep afiat ini, karena apabila ia dipadankan dengan kata “sehat”, maka akan menyempurnakan kondisi sehat badan, jiwa, sosial dan ekonomi yang akan mampu mengarahkan kepada kepada kondisi kehidupan, keselamatan dan kebahagiaan hidup baik di dunia dan diakhirat kelak. Dan hakikat dari makna afiat ini sesungguhnya adalah bentuk perlindungan Yang Maha Kuasa (Allah SWT) bagi hambaNya dari segala macam penyakit lahir dan batin, sosial dan ekonomi serta bencana dalam kehidupan (berupa kerusakan moral dan spiritual).
Sahabat ! berdasarkan hal tersebut di atas, maka mulai sekarang saya mengajak kepada sahabat semua kalau mendoakan sahabat, orang tua, guru dan teman serta siapapun dia, maka doakanlah agar kita dan sahabat kita diberikan oleh Allah kondisi SEHAT WAL AFIAT dalam menempuh dan menjalani anugerah kehidupan ini.
Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.
#Semakintuasemakinbijaksana
#semakintuasemakinbahagia
