MENEMUKAN KRIPTONIT UNTUK KITA SADARI
“Seiring dengan bertambahnya usia, ada kemungkinan bahwa jumlah “kriptonit” kita bertambah. Tidak apa-apa, ini adalah sunatullah. Mudah-mudahan dengan mengetahui dan menghindarkan diri dari “kriptonit” masing-masing, kita bisa hidup dengan lebih baik lagi”.
(Oleh Satria Bijaksana*)
SCNEWS.ID-BANDUNG. Kriptonit (kryptonite) adalah suatu zat (fiksi) dalam cerita Superman dan cerita-cerita sambungannya. Konon kriptonit ini tidak berdampak apa-apa bagi manusia lain tapi mampu melumpuhkan Superman. Nah jika Superman yang sakti saja mempunyai titik lemah yaitu kriptonit, maka besar kemungkinan kita yang manusia biasa ini juga mempunyai “kriptonit” masing-masing.
Barang atau zat yang menjadi “kriptonit” bagi seseorang bisa merupakan barang biasa saja yang tidak menimbulkan dampak apa pun bagi orang lain. Bagi saya “kriptonit” itu adalah udang. Meskipun jarang, paparan terhadap udang ini pernah membawa saya ke UGD (Unit Gawat Darurat) di rumah sakit. Paparan terhadap “kriptonit” yang paling umum adalah gejala alergi yang tingkat kegawatannya bervariasi.
“Kriptonit” bagi sebagian orang mungkin hanyalah kacang tanah, kopi, es atau bahkan bulu kuda. Nah selain “kriptonit” berupa penyebab alergi, “kriptonit” juga bisa berupa kurang tidur, udara malam, rasa cemas, rasa sedih serta banyak hal lainnya. Paparan terhadap “kriptonit” ini dengan sendirinya akan menurunkan daya tahan tubuh kita.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, saya hanya ingin mengingatkan kita untuk masing-masing melakukan introspeksi dan menemukenali “kriptonit” masing-masing. Kita usahakan untuk menghindari “kriptonit-kriptonit” tersebut. Seiring dengan bertambahnya usia, ada kemungkinan bahwa jumlah “kriptonit” kita bertambah. Tidak apa-apa, ini adalah Sunatullah.
Masyarakat atau negara juga mungkin memiliki “kriptonit” nya masing-masing. Selama pandemi COVID-19, “kriptonit” bagi masyarakat Indonesia bisa berupa adanya kerumunan massa atau mobilitas massa yang tidak terkendali. Mudah-mudahan dengan mengetahui dan menghindarkan diri dari “kriptonit” masing-masing, kita bisa hidup dengan lebih baik lagi. Selamat menemukenali “kriptonit” Anda.
Bandung 09 Juli 2021.
*Guru Besar ITB dan Ketua Alumni MAWADAN 87.

Ternyata semua orang memiliki Kriptonit, yg berbeda beda. Bahkan negara.