KERJA DARI RUMAH (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

KERJA DARI RUMAH

 “Begitulah seorang sahabat, telah membawa inspirasi bahwa, tubuh boleh kalah bahkan mati oleh pandemi covid, tetapi sedungguhnya mati yang mengerikan adalah matinya akal sehat dikala jiwa dan raga masih hidup dan terselamatkan”.
Oleh : IBG Dharma Putra

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Tadi pagi, saya menerima panggilan video dari seorang sahabat lama yang sudah agak lama tak saling menyapa dan tak saling menghina. Begitulah pertemanan saya, ditandai dengan berbagai pelecehan sebagai tanda keakraban. Tentunya hanya untuk kalangan sendiri yang sesahabat saja.

Bagi orang lain, akan wajar jika menempatkan persahabatan ini sebagai persahabatan yang hina dina karena semakin akrab akan semakin berani untuk saling menghina. Kemungkinan memang begitulah takdir saya, selalu punya teman dan bersahabat sangat akrab dengan para sontoloyo konyol yang punya hobby hina menghina. Tetapi sesungguhnya, sahabat saya itu adalah jiwa jiwa terbaik didunia. Mulia dan
berupaya menjauhi sirik, dengki serta iri hati.

Dan kali ini, saya tak ingin menulis segala caci maki mereka, tetapi tentang sapaan pertama yang keluar dari mulut sahabat saya. Dengan nada terkejut dia berkata, “ kamu kok gemuk”. Gemuk, bagi saya, merupakan kata subversif, sangat mengintimidasi, tapi menginspirasi.

Gemuk amat subversif karena tak pernah ada dalam ramalan bahwa mahasiswa kerempeng dengan uang kiriman pas pasan, akan menjadi gemuk. Gemuk adalah jauh panggang dari api bagi mahasiswa yang selalu makan di pinggir jalan dengan aneka menu sangat minimalis.

Gemuk juga menginspirasi karena membawa ingatan saya pada masa pandemi covid, yang membuat gemuk. Manusia jadi gemuk karena diperlakukan bak seekor burung oleh pandemi covid ini. Selalu dikurung dalam sangkarnya, dimandikan, dijemur dan selanjutnya berkicau riang di media sosial. Sebuah pola hidup baru disertai dengan cara bekerja yang serba baru.

Kehidupan dengan cara kerja baru inilah, yang ingin saya tuliskan, tentunya secara serius dan sopan, tanpa disertai caci maki karena niatnya diiersembahkan bagi masyarakat banyak.

Dimasa pandemi ini, masyarakat dihadapkan pada pilihan berpola hidup baru dengan risiko kecil bagi penularan penyakit atau tetap pada pola hidup lama tetapi berisiko kesakitan dan bahkan kematian. Sebuah pilihan yang sangat gampang diputuskan tapi susah dilaksanakan.

Pekerjaan kantorpun diwajibkan dilakukan di rumah, dengan tujuan memastikan terjadinya menjaga jarak antar pegawai, menghindarkan kerumunan yang berakibat penularan covid di perkantoran.

Kerja di rumah bukanlah hal biasa bagi hampir semua pegawai, baik pegawai negeri ataupun pegawai swasta di Indonesia. Ketidak laziman ini, berpotensi menjadi sebuah gegar budaya dan berpotensi menimbulkan dampak ekstrim terhadap para pegawai, yaitu menjadi bekerja berlebihan atau malah sebaliknya, santainya berlebihan.

Gegar budaya ini, tidak perlu terjadi jika kita tidak terjebak pada instruksi dan selalu ingat kepada hakekat pelaksanaan program untuk mengurangi potensi penularan. Artinya pilihan tergantung dari kondisi pertukaran udara di perkantoran, jarak duduk maksimal yang bisa diupayakan dan kesepakatan lamanya waktu kerja pegawai masing masing.

Semua institusi punya kebebasan mandiri dan diharapkan dengan cerdas dalam memberikan keputusan atas pelaksanaan program, artinya jika dapat dipastikan jumlah pegawai, dapat terkola semua pada kombinasi ideal ventilasi, jarak dan durasi, dengan tambahan keyakinan bahwa kantor maupun pegawai bisa dijauhkan dari ketidak disiplin protokol kesehatan, maka pilihan untuk tetap bekerja di kantor, seperti biasanya, seharusnya tidak diharamkan.

Untuk itu, diperlukan upaya sistimatik, gradual dan terkontrol, di semua institusi. Model upaya dengan menyiapkan buku saku berisi petunjuk pelaksanaan program seluruh pegawai. Buku saku itu, disosio-edukasikan secara berjenjang disertai dengan kontrol berupa matrik kegiatan kerja di rumah.

Matrix kegiatan kerja,adalah formulir berisikan pekerjaan harian wajib diselesaikan disertai indikator penyelesaiannya. Karena kontrolnya melalui media sosial maka indikator maksimal yang bisa dilihat hanya sampai output, hingga bekerja dari rumah harus disempurnakan dan dikombinasikan dengan bekerja seperti biasa.
Walaupun yang diukur terbatas hanya output, ukuran itu, akan tetap dapat dipakai sebagai ukuran kinerja jika pencapaianya diukur pada jadwal waktu kerja standard yang disepakati.

Masalah lain yang bisa muncul adalah target penyelesaian kerja yang tidak tercapai, jika program bekerja dari rumah tidak dikontrol. Untuk itu, diperlukan monitoring ketat atasan terhadap pegawai yang sedang bekerja dari rumahnya masing masing. Monitoring hanya akan bisa dilakukan melalui media sosial jika ada kesepakatan diwaktu sama untuk saling membuka media sosial disertai kesepakatan penggunaan satu jenis media sosial

Tanpa kesepakatan jelas, antara atasan dan bawahan, maka keduanya akan terjebak pada permainan hide and seek, yang berakhir pada rendahnya kinerja karena mereka telah saling menghabiskan waktu untuk saling tenggok di media sosial dan melupakan target kinerjanya.

Masalah lain, yang kemungkinan sering terjadi adalah ketidak mampuan para pegawai dalam mengenali dan membedakan pekejaan pribadi dengan pekerjaan kantornya. Dengan begitu, mereka akan cendrung melakukannya secara bersamaan atau secara berselang seling tidak beraturan.

Untuk menghindari hal yang tidak fokus diatas yang tentunya membuat waktu kerjanya susah dihitung maka para pegawai, perlu mempunyai daftar pekerjaan harian yang disusun secara mandiri sesuai situasi dan kondisinya masing masing. Daftar tersebut bersifat tentatif, tetapi sepengetahuan atasan sehingga bisa dikontrol sewaktu waktu, baik dengan cara rutin atau maupun mendadak

Untuk mengurangi dampak dari gegar budaya, maka suasana bekerja dari rumah, sebaiknya dibuat bernuansakan formal, layaknya bekerja di kantor. Untuk itu, disarankan kepada para pegawai agar memakai baju formal, berupa baju bebas dan sopan, walaupun bukanlah uniform resmi tapi bukan baju daster santai.

Untuk menambah suasana serius dan formal maka disarankan pula agar semua pekerjaan dilakukan dengan duduk ditempat nyaman,di ruangan yang memadai.

Karena saran saran dan persyaratan itu maka selayaknya para pegawai yang kerja di rumah tetap mendapat tunjangan, sebagai pengganti biaya pemeliharaan rumah, listrik dan internet.
Jika tidak bisa dianggarkan karena anggaran sudah terfokus untuk penanggulangan covid, maka dapat dihimbaukan pada para pegawai agar biaya tersebut dikompensasi dari biaya transport, karena tak perlu angkutan kekantor, serta biaya lain seperti makan siang jika kerja di kantor dan biaya cuci baju uniform resmi.

Godaan yang paling menggoda terhadap para pegawai bekerja di rumah adalah kedisiplinan. Para pegawai cendrung tidak disiplin sehingga perlu membekali dirinya dengan pemantapan manajemen diri dan berpegang pada visi, misi, nilai organisasi.

Pembekalan khusus tentang pemantapan diri, tentang visi dan misi,serta tentang motto dan nilai organisasi dengan cara daring, sebaiknya diberikan kepada semua pegawai, sebelum pelaksanaan bekerja dari rumah dan sewaktu waktu dilakukan penyegaran selama pegawai bekerja dari rumah.

Akal sehat untuk kembali pada hakekat setiap program, selayaknya disemai serta dipelihara sehingga manusia tidak seperti robot, terjebak pada hanya meniru dan mengikuti saja secara membuta. Bukanlah manusia menjadi unggul karena berbekal akal sejak penciptaannya.

Dan akal sehat itu, tak hanya diperlukan untuk menyikapi program bekerja dari rumah, tetapi juga program Pembelajaran Tatap Muka dan program lain yang akan diperkenalkan nanti. Dengan akal sehat, program menjadi program bekerja dari hati nurani

Dari sebuah panggilan video penuh guyon dan sapaan gemuk seorang sontoloyo konyol, kita tiba pada akal sehat sebagai keunggulan dan berkerja dari hati. Begitulah seorang sahabat, telah membawa inspirasi bahwa, tubuh boleh kalah bahkan mati oleh pandemi covid, tetapi sedungguhnya mati yang mengerikan adalah matinya akal sehat dikala jiwa dan raga masih hidup dan terselamatkan.

Banjarmasin
23072021

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini