CINTAKU (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

CINTAKU

“Cintaku adalah perasaan, niat, sikap, perilaku yang mengandung kepedulian, pengorbanan, ketulusan, keikhlasan, rasa kasih dan kasihan, keinginan berkomunikasi sangat dalam serta sampai ke puncaknya tuntas, kepatuhan,setia, keinginan besar selalu membantu, membuat gembira, berbagi secara adil dan banyak rasa positif lainnya”.
(IBG Dharma Putra)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Aku ingin menulis tentang dia dan rasa rinduku padanya bukan tentang cinta karena aku tidak tahu apapun tentang cinta walaupun menduga telah mengalaminya di sepanjang perjalanan kemanusiaanku.

Kekangenan kepadanya sudah lama menghuni hati saya, karena sudah sangat lama saya tak bersua dengannya sehingga saya sangat ingin melepaskan kangen di pertemuan kali ini.

Damba itu tidak terjawab nyata karena dalam pertemuan kali ini, kesibukannya padat hingga tidak dipunyainya cukup waktu bercengkrama, berbagi cerita, tentang beribu suka, tentunya juga himpitan derita yang taklah mungkin alfa didalam hidupnya. Dia tidak banyak berbicara dan sayapun tidak ingin menganggu waktunya

Dan saya ternyata bisa bahagia hanya dengan menunggunya belajar, melayani kebutuhannya disertai sedikit obrolan santai disela kesibukan dan sesaat sebelum tidurnya. Obrolan singkat yang terasakan sangat berharga serta begitu mesra, sampai terbawa ke mimpi saya.

Situasi itu sering berulang tetapi tak sedikitpun menyurutkan rasa sayang teramat mesra dari saya untuknya. Perasaan yang selama ini saya kenali sebagai cinta. Sebuah ketulusan rasa, sekaligus menjadi penyebab utama, timbulnya keinginan saya, untuk mengetahui cinta lebih dalam dan lebih mendetail.

Saya terbawa dalam pengembaraan jiwa dan bertanya pada semua perjumpaan yang cukup layak untuk bercerita dan ternyata saya hanya mendapatkan hampa seolah tidak pernah ada rasa yang seperti milik saya kepadanya.

Dan karenanya, saya tidak berani menuliskan cinta, saya cuma memberanikan diri, bercerita tentang cintaku, sebuah perjalanan perasaan dalam diri saya sendiri, yang saya coba untuk digali dan dipelajari. Saya hanya bercerita saja karena banyak yang menyarankan untuk tidak perlu menulis tentang cinta, katanya cinta itu, cukuplah dirasakan saja. Belum apa apa, cinta telah berhasil membuat kebinggungan menjadi punya kuasa terhadap hidup saya.

Saya berasumsi bahwa semua orang dibekali perasaan cinta, yang hakekatnya merupakan perasaan yang sama walaupun tak dirasakan serupa bahkan mungkin sangat berbeda. Dan karenanya mungkin banyak berpendapat yang akan berbeda dengan saya. Tentu saja tidak menjadi masalah, karena memang saya tidak bercerita tentang cinta, cintamu ataupun cinta kita tapi hanya bercerita tentang cintaku, rasa cinta yang ada serta terasakan pada diri saya.

Cintaku, bukan sekedar ketertarikan sesama, apalagi hanya beraspek fisik semata, seperti tertuang dalam kamasutra. Ada ketertarikan didalamnya, bernuansa manis dan berhiaskan rasa hormat teramat mesra, karena berupaya memberi rasa nyaman kepadanya, disaat saya berada disampingnya.

Tidaklah terlalu tepat, jika rasa yang ada pada cintaku, disimpulkan sebagai rasa ketertarikan karena akan lebih tepat jika dikatakan sebagai emosi kepedulian. Sebuah prilaku, untuk tetap berkomunikasi dalam kondisi paling buruk.

Kepedulian membuatku tetap menasehatinya, terkadang dengan marah karena berada pada situasi yang buruk serta tak kusukai, memberi maaf apapun bentuk tidakannya, bahkan bagi perbuatan paling menyakitkan, memperhatikan hal tampak kecil berdampak besar, memberi dukungan serta selalu bertindak segera untuk dia, tanpa diwarnai oleh kepentingan pribadiku.

Kepedulianku membuatnya menilaiku sebagai pribadi lebay yang berlebihan dan tuduhan itu, cukuplah kujawab dengan tertawa lucu sambil bersetuju saja dengan pendapatnya itu. Dan itu berarti, kepedulianku untuknya akan tetap berjalan seperti sedia kala.

Dan jika cintaku, dimasukkan kedalam luasnya cakrawala imajinatif, sebagai cintaku terhadap manusia, maka cintaku membuatnya menjadi “ one stop service “, yang sudah amat lengkap walaupun tidak mungkin sempurna. Cintaku itu menjadi satu kesatuan dengan komitmet serta kesetiaan. Tak ada lagi dikhotomi bahwa setia berpihak kepada monogami dan cinta menjadi dasar poligami.

Cintaku adalah perasaan, niat, sikap, perilaku yang mengandung kepedulian, pengorbanan, ketulusan, keikhlasan, rasa kasih dan kasihan, keinginan berkomunikasi sangat dalam serta sampai ke puncaknya tuntas, kepatuhan,setia, keinginan besar selalu membantu, membuat gembira, berbagi secara adil dan banyak rasa positif lainnya.

Cintaku bersifat logis sekaligus tidak logis tapi terasakan logis serta bisa dicapai. Dan sisi sisi cintaku yang tidak logislah yang membuatnya mempunyai sentuhan emosional sehingga ada kerinduan, bahagia, rasa hampa, kesepian dan dengan semua gradasinya yang ada.

Cintaku adalah sebuah proses sekaligus hasil, sehingga dia bersifat hirarkis bergraduasi dan up and down, sesuai kondisi komunikasi yang bisa terbangun. Dengan demikian cintaku itu, bukanlah cinta abadi tetapi wajib serta harus dijaga, agar tetap abadi.

Faktor terpenting untuk menjaga cintaku tetap abadi adalah jalinan komunikasi. Dan saling berkomunikasi menjadi gampang jika dipunyai rasa saling percaya. Terbangunnya rasa saling percaya didapatkan dari pribadi mandiri yang penuh percaya diri.

Rintangan utama yang bisa menghambat aksi mengabadikan cintaku adalah ketergantungan dan rasa rendah diri. Ketergantungan menjadi sebab terlalu banyak mendengar pendapat orang lain sedangkan rendah diri menimbulkan kecemburuan. Cemburu bukan bagian cintaku walaupun terkadang terlihat bersama. Cintaku berteman peduli walaupun datangnya dengan cemburu.

Komunikasi merupakan bagian sekaligus cara dari kepedulian, hingga keluarnya bisa lembut penuh mesra tetapi bisa kasar serta cendrung mengadili. Dan apapun tertampak diluarnya, hendaknya tidak ditempatkan secara ragawi semata, sebagai syahwat untuk memiliki serta dimiliki, tetapi hendaknya dipandang agar tak menjadi penyebab dari saling menyakiti.

Dan jika sudah begitu, saya menjadi bersetuju terhadap kebenaran sebuah pernyataan cinta, bahwa hanya cinta yang wajib diperjuangkan serta dipertahankan keberadaannya bersama kita, bahkan dengan taruhan nyawa.

Begitulah cintaku,yang ingin juga tahu tentang cintamu, sehingga bisa menulis tentang cinta kita serta tentunya tentang cinta, yang konon berisikan cinta sejati, sangat jelas ditandai oleh letaknya, yang tidak berseberangan dengan keberadaanNya.

Sampai disini, sahabatku kembali mengerutu, karena menganggapku lebay dan bertele tele, dalam menjelaskan tentang cintaku, padahal bagi temanku,aku sebenarnya cukup bercerita ringkas, hanya dalam satu hembusan nafasku saja, bahwa cintaku adalah segalanya bagiku.

Begitulah aku, dengan cintaku dan sahabatku yang suka menggerutu serta selalu menyoroti cacat celaku hingga aku harus berhenti cerita tentang cintaku.

Banjarmasin
21082021

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini