CATUR KEHIDUPAN (SERI SECANGKIR KOPI SERIBU INSPIRASI)

CATUR KEHIDUPAN

“Setiap perbuatan insyaallah akan dikatakan baik dan benar kalau bersumber dari fikiran yang jernih, hati yang damai dan qalbu yang suci.  Sebaliknya setiap perbuatan yang tidak baik (dosa) bersumber dari fikiran yang keruh, hati yang kotor dan qalbu yang gelap bernoda”.

Oleh : Syaifudin

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, lama saya tidak mendengar adanya gelaran kejuaran catur, sampai kemaren menerima kiriman sekaligus pemberitahuan dari Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan (PERCASI KAL-SEL) yang baru dipimin oleh Prof. Sutarto Hadi (Rektor ULM) link media dan foto sedang berlangsungnya KEJURPROV CATUR JUNIOR PERCASI KALIMANTAN SELATAN. Mengetahui adanya kegiatan ini membuat saya bergembira dan bersyukur karena kejuaraan Catur bergulir untuk melahirkan prestasi gemilang yang pernah diraih oleh Pecatur Banua Kal-Sel dan sebagai olah raga “olah otak” yang mampu mengasah fikiran.

Penyerahan Piala Juara oleh Ketua Percasi Kal-Sel.

Sebagai penyuka catur tingkat gardu, olah raga otak ini sering saya mainkan saat ada waktu kosong dan kalau tidak lawan tanding di pos gardu saya memaikannya dengan lawan tanding virtual pada aplikasi catur. satu hal yang saya sukai dari catur ini adalah bagaimana mengatur strategi menjalankan para prajurit, hulubalang dan menteri yang mempunyai kelebihan dan keterbatasan langkah untuk melindungi ratu” dan menyerang agar “Ratu” lawan tidak berdaya lagi. Namun disisi lain, otak atik strategi itulah yang kemudian menjadikan posisi kita sebagai pemain dan catur permainan menjadi layaknya “dalang” dengan “wayang kulitnya”.

Dari sinilah inspirasi mengalirkan pada fikiran dan perenungan tentang “catur kehidupan” yang kita jalani di kehidupan sekarang. Paling tidak ada tiga unsur utama yang bisa kita bingkai, yatu pemain catur, papan catur dan “tokoh” catur. Pemain catur adalah pihak yang mengendalikan permainan, papan cayur adalah arena permainan, dan “tokoh” catur adalah pigur tokoh yang kita pilih untuk dimainkan.

Tamsil ketiga unsur itulah kemudian sama pasangkan dalam kehidupan kita, perhatikanlah dalam setiap tindakan kita, maka apa sesungguhnya yang mengendalikannya ? dari sinilah muncul istilah fikiran, hati dan qalbu, yang berarti setiap tindakan atau perilaku yang kita perbuat bisa dikualifikasi apakah itu bersumber dari fikiran atau bersumber dari hati atau bersumber dari qalbu atau gabungan kedua atau ketiganya. Dan tentu akan sangat panjang kalau membahasnya satu-satu, namun ada narasi singkatnya, yaitu setiap perbuatan insyaallah akan dikatakan baik dan benar kalau bersumber dari fikiran yang jernih, hati yang damai dan qalbu yang suci.  Sebaliknya setiap perbuatan yang tidak baik (dosa) bersumber dari fikiran yang keruh, hati yang kotor dan qalbu yang gelap bernoda.

Sahabat ! Dari sinilah sesungguhnya kalau kita ingin perbuatan baik menjadi amalan atau kebiasaan yang akan membahagiakan kehidupan adalah mengkondisikan kejernihan fikiran dengan ilmu, mendamaikan hati dengan iman, dan mensucikan qalbu dengan zikir.

Tamsil papan catur adalah tempat dimana kita menjalani kehidupan yang dalam bingkai umumnya disebut “dunia” sedangkan dalam bingkai khsusnya adalah bidang-bidang profesi yang kita jalankan untuk mengisi kehidupan ini. Terhadap bingkai umum, kita hanya menerima takdir kehidupan diberikannya rahmat kehidupan oleh Yang Maha Kuasa, namun pada bingkai khusus adalah menjadi pilihan kehidupan yang sesuai dengan bakat dan talenta kita oleh karena itu proses menemukan bingkai khusus yang paling tepat dan mengisinya dengan kesungguhan sebagai suatu amanah kehidupan akan sangat menentukan “warna papan catur kehidupan kita”. Warna utama papan catur kita sudah dibekali dengan dua warna kehidupan yang kita bisa pilih, yaitu warna hitam atau putih, jalan buruk atau jalan baik, jalan terang atau jalan gelap, jalan ke Surga atau jalan ke Neraka.

Sahabat ! Perhatikanlah setiap profesi memberikan pilihan bagi kita untuk memilih dan mengisinya apakah “hitam” atau “putih”.

Tamsil para “tokoh” yang berperan dan berfungsi pada masing-masing tugas dan fungsinya yang dimaikan di papan catur menggambarkan bagaimana dalam kehidupan ini  masing-masing  subjek (orang)  berbeda kedudukan dan perannya. Artinya pada kedudukan dan peran apapun mempunyai kontribusi dalam kehidupan sesuai dengan kedudukan dan perannya tersebut, sehingga saling memerlukan dan saling ketergantungan. Kedudukan dan peran yang satu dengan yang lain hakikatnya sama dan tidak boleh diangap remeh, karena pion saja bisa mengalahkan menteri dan bahkan ratu.

Dari unsur utama pemain, papan catur dan “tokoh” yang terlibat dalam permainan catur ini tentu bisa diabstraksikan lagi kepada Hakikat kehidupan yang lebih dalam tentang siapa sesungguhnya yang menciptakan permainan catur itu, membuka dan menutup papan catur, menciptakan dan memerankan para tokohnya ? Dan ditahap inilah kita menemukan posisi kita sebagai hamba berhadapan dengan SANG MAHA KUASA.

Salam secangkir kopi seribu inspirasi. 

 

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini