URGENSI SUMBER DAYA MANUSIA YANG ANDAL (REFLEKSI AKHIR TAHUN PROF.SUTARTO HADI)

 

URGENSI SUMBER DAYA MANUSIA YANG ANDAL

“Pendidikan merupakan lokomotif bangsa, maju mundurnya suatu bangsa akan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia”.

(Oleh : Prof. Dr. H. Sutarto Hadi, M.Si., M.Sc.)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Pada wisuda ke-104 di penghujung tahun 2021, izinkan saya berbagi tentang pembangunan sumber daya manusia yang andal. Tahun depan kita akan memasuki era yang sangat penting. Kita memasuki era baru yang lebih optimis setelah selama dua tahun dunia dilanda pandemi covid-19. Era tersebut harus disambut dengan kesiapan di segala lini kehidupan. Salah satunya adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Karena sumber daya manusia yang berkualitas adalah aset bangsa yang harus dibangun dan dipelihara. Pembangunan SDM yang sehat, cerdas dan berkarakter adalah tugas utama pendidikan.

Nelson Mandela, tokoh penentang Politik Apartheid di Afrika Selatan, mengatakan pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Sementara itu, Swami Vivekananda, seorang Pendeta Hindu, mengatakan bahwa kita menghendaki pendidikan yang dapat membentuk karakter, menyuburkan jiwa, meluaskan intelek, yang dengan itu seseorang dapat berdiri di atas kakinya sendiri. Konsep pendidikan di Indonesia yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara mengedepankan 3 (tiga) faktor, yaitu “ngerti” (cognitive domain), “ngrasa” (affective domain), dan “nglakoni” (psychomotor domain).

Konsep di atas sejalan dengan rumusan pendidikan yang termuat dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan merupakan lokomotif bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa akan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia. Pada masa keemasan Islam kita mengenal seorang sosok Ahli Kedokteran terkemuka Ibnu Sina yang sangat masyhur. Ibnu Sina memiliki nama lengkap Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina atau juga dikenal Aviciena oleh masyarakat Barat. Beliau adalah pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, Musik, dan Puisi.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M/370 H di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Salah satu karya monumentalnya yakni Al Qanun 11 al-Tibb yang di Barat dikenal dengan Canons. Boleh dikata karya tersebut merupakan ‘kitab suci’ ilmu kesehatan pada masanya. Tanpa merujuk ke buku tersebut, ilmu obat-obatan dan farmakologi dirasakan tidak akan sempurna. Tidak heran bila Ibnu Sina, pengarang buku tersebut begitu dihargai kejeniusan dan kontribusinya dalam ilmu kedokteran, sampai sekarang. Bahkan potret Ibnu Sina, hingga kini menjadi salah satu pajangan dinding besar gedung Fakultas Kedokteran Universitas Paris.

Thomas Alva Edison adalah juga contoh manusia yang hebat. Pada saat sekolah dianggap bodoh oleh gurunya hingga dikeluarkan. Pada usia remaja bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan, dan gula-gula di kereta api. Tapi berkat ketekunan dalam meneliti dan belajar sendiri di rumah dengan dibantu ibunya, Thomas Edison menjadi seorang inventor (penemu) dan pengusaha yang sukses. Ia memegang rekor 1.093 paten atas namanya. Salah satu yang paling penting adalah penemuan lampu listrik. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Ibnu Sina dan Thomas Alva Edison adalah figur yang sukses dalam melakukan inovasi/kreasi ilmu pengetahuan. Mereka telah membuktikan sebuah kualitas SDM yang handal dan mampu memberikan spirit bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masanya hingga sekarang.

Pembangunan SDM adalah urat nadi bangsa, sebagaimana pesan Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno). Pesan ini memberikan makna yang sangat mendalam bahwa satu pemuda yang berkualitas akan mampu mengguncangkan dunia, dan pemuda-pemuda tersebut adalah yang memiliki pengetahuan, akhlaqul karimah, integritas, inovasi dan mampu berkompetisi pada era VUCA saat ini. VUCA adalah Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.

Mencipta insan cendekia juga telah digagas oleh Bung Karno sebagai founding father dengan konsep Nations and Character Building. Gagasan tersebut merupakan sebuah usaha untuk membangun wawasan kebangsaaan pada tiap diri warga negara Indonesia. Hal itu dapat dipahami sebagai sebuah langkah dasar untuk mewujudkan identitas kebangsaan yang penting. Tanpa suatu identitas maka jatidiri bangsa ini tidak akan pernah muncul. Ini akan berimplikasi pada martabat dan kedaulatan bangsa, sehingga tidak akan diakui oleh negara-negara yang lain. Oleh karena itu, dapat dimengerti saat itu ketika Bung Karno merumuskan hal tersebut. Beliau berharap akan terwujud sebuah nilai identitas kebangsaan yang dimiliki oleh segenap Warga Negara Indonesia agar dapat menunjukkan sebuah negara yang berdaulat. Nations and character building merupakan proses yang mutlak dilakukan untuk mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Saya merasa bersyukur bahwa di tengah kondisi pandemi covid-19 yang sudah melanda negeri ini selama hampir dua tahun kita tetap bisa melaksanakan kegiatan tri darma perguruan tinggi dengan baik, terbukti dengan dikukuhkan saudara-saudara pada wisuda hari ini. Semoga dari alumni ULM yang diwisuda pada hari ini akan lahir sosok pendidik seperti Ki Hajar Dewantara dan Swami Vivekananda, sosok ilmuwan seperti Ibnu Sina dan Thomas Alva Edison, serta sosok negarawan seperti Nelson Mandela dan Soekarno.

Wabillaahitaufiiq wal hidaayah, Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Banjarbaru, 9 Desember 2021

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini