SAPU JAGAT DAN SAPU LIDI
Oleh : Syaifudin
SCNEWS.ID – BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, dikotomi tentang yang besar dan yang kecil, yang umum dan yang khusus, yang banyak dan yang sedikit, yang global dan yang detil sudah menjadi kemakluman saat kita memandang atau melakukan atau untuk mencapai sesuatu, namun bagi kita sering membuat perbedaan karena telah memilih salah satunya.
Cara pandang yang besar atau global atau yang umum membuat kita bersemangat untuk meraihnya sebagai suatu visi dalam kehidupan yang ingin kita capai atau raih, dari visi besar itu kemudian kita breakdown kedalam capaian-capaian yang lebih mudah kita untuk mencapainya yang bias akita sebut misi. Namun baik itu visi maupun misi masih bersifat abstrak, sehingga saat kita mau mencapainya dalam bentuk Tindakan, maka kitapun membuat program action yang lebih detil sebagai penjabaran operasional dari apa yang sudah kita tetapkan dalam visi dan misi itu.
Artinya istilah-istilah perumpamaan yang popular disebutkan “kalau anda mau memakan daging seekor gajah, maka akan sangat mustahil kita bisa melahapnya sekaligus satu ekor tersebut, namun kita kalau daging gajah itu kita potong-potong menjadi bagian kecil, maka dalam jangka waktu tertentu kita akan dapat menghabiskan satu ekor daging gajah yang besar tersebut. Begitulah misi memakan daging se-ekor gajah akan didetilkan dengan misi membelah gajah dari beberapa bagian potongan besar dengan karakteristiknya sendiri, dan baru kemudian menentukan cara memakannya setiap hari dalam bentuk Tindakan.
Sahabat ! begitupula dalam berdoa kepada Yang Maha Kuasa, kepada kita juga diajarkan doa yang bersifat umum dan sedang saja, sehingga sering dipetuahkan oleh tuan guru jangan meminta yang detil sehingga mempunyai kesan mendikte Yang Maha Kuasa, seperti berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh, yang cantik yang berat badannya sekian, yang rambutnya model, yang matanya sayu, yang bibirnya sensual, yang tingginya sekian, yang… dan seterusnya sebagaimana selera nafsu kita dalam memikirkan kecantikan ideal. Untuk jodoh ini kita cukup dianjurkan berdoa yang umum dan sedang saja seperti memohon dijodohkan dengan perempuan cantik dan sholehah yang membawa kebahagian rumah tangga.
Perhatikan pula terhadap doa yang kita kenal dengan doa “sapu jagat” adalah doa yang meminta “ kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat” sehingga merangkum semua yang menjadi tujuan besar kehidupan kita, baik dalam perpektif selama masih berada di alam dunia maupun kelak diakhirat dengan dijauhkannya kita dari azab neraka dan ditempatkannya kita disyurgaNya Allah.
Begitulah saat kita juga meminta maaf dan ampun atau bertobat kepada Allah, maka kita juga menggunakan terminology umum untuk “meminta maaf dan ampun atas segala dosa dan kesalahan kita, sehingga jarang sekali kita merinci dan menyebutkan dosa dan kesalahan kita yang diminta ampunkan kepada Allah tersebut, sehingga bisa saja berdampak adanya semacam kurang banyaknya doasa dan kesalahan kita tersebut.
Sahabat ! sewaktu mengikuti talqin dzikir yang dibimbing langsung oleh Buya Arrazi, baru saya menyadari ternyata saat meminta ampun kepada Allah, kita merincinya dengan menyebutkan segala dosa yang dibuat oleh seluruh anggota tubuh kita, yaitu meminta ampun sdan meng”istghfarkan”nya.
Ya Allah ampunilah segala dosa pada mataku ini yang selama ini telah memandang hal-hal yang kamu haramkan, ya Allah ampunilah telinganya saya ini yang selama ini banyak mendengar dari suara suara yang mengandung maksiat, Ya Allah ampunilah segala dosa mulut saya ini yang selama ini ada memakan makanan yang haram dan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan orang dan berkata kasar kepada orang tua, keluarga dan sahabat, Ya Allah ampunilah dosa tangan saya ini yang terkadang mengambil dan memegang barang yang diharamkan atau menunjuk serta memukul yang menyakiti orang, Ya Allah ampunilah dosa kaki saya ini yang trkadang melangkah ketempat-tempat yang haram dan menginjak bumimu dengan sombong, Ya Allah ampunilah fikiran saya ini yang terkadang merasa lebih pintar dan merasa lebih sholeh, Ya Allah ampunilah segala dosa hati dan qalbu saya ini yang saat menyebut namammu ia belum tergetar, telah mejadi keras sehingga menganggap diri lebih hebat dan sombong, merasa lebih sholeh, merasa lebih alim dan seterusnya ampuni ya Allah.
Sahabat, minta ampun dengan men tobatkan seluruh anggota tubuh kita, seperti kita mengurai sapu lidi satu demi satu maka insyaallah kita akan merasakan begitu banyak dosa dan kesalahan kita kepada Allah, sehingga kita penuh khusu meminta maaf dan apun kepada Allah.
Salam secangkir kopi seribu inspirasi.
