HOTEL DI KEPALA
Dengan memulangkan para tamu (baca masalah-masalah kehidupan) yang ada di hotel kepala kita, maka kita tidak saja mengurangi beban fikiran akan tetapi akan menjadi pribadi yang ihklas menerima kehidupan dan ikhlas pula dalam berbuat kebaikan tersebut
(Syaifudin)
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, apa ada ya hotel dikepala kita ? akh ! tentu mustahil ada tempat penginapan untuk bermalam seperti yang ada dalam bayangan kita tentang bangunan hotel dengan berbagai katagore kelas Melati dan pada kelas Bintang, dengan berbagai model bangunan fisik dan fasilitasnya, namun kali ini tentu saya tidak membahas bangunan hotel secara fisik tersebut, karena mustahil ada bangunan hotel di kepala kita.
Hotel yang saya maksudkan terletak pada fungsinya, yaitu tempat menginap atau bermalam untuk sementara waktu yang biasa kita lakukan karena ada berbagai macam alasan atau keperluan, seperti berlibur, menyelenggarakan hajatan, meeting atau pertemuan, keperluan nginap di daerah lain untuk bisnis atau keluarga dan sebagainya. Artinya hotel itu dilihat dari segi fungsinya tak lebih dari tempat kita bertemu atau bermalam untuk sementara waktu, sifatnya yang sementara inilsh ysng membedakan hotel dengan rumah tempat tinggal.
Fungsinya sebagai tempat tinggal atau keperluan yang bersifat sementara inilah yang saya ambil pemahamannya dengan memadankannya dengan Kepala kita, yaitu sebagai suatu tempat kita menyimpan segala memori kejadian dalam kehidupan ini. Lihat dan renungkan saja ada banyak kejadian atau peistewa yang terjadi pada keseharian hidup kita, ada kejadian yang menyenangkan dan ada kejadian yang menyedihkan, ada yang membuat kita tertawa dan ada kejadian yang membuat kita menangis, ada perbuatan yang baik dan ada perbuatan yang buruk dan seterusnya.
Perhatikan apa yang kita lakukan saat mengalami semua kejadian itu ? kita kemudian menginapkannya di fikiran kita (kepala), sehingga memori kita berisi file-file ingatan yang begitu banyak dan beragam dan anehnya file-file kita kita jadikan tamu yang tidak pulang-pulang dalam di hotel kepala kita, akibatnya sudah bisa kita bayangkan kamar-kamar hotel di kepala kita menjadi penuh “over capasity”, sehingga membuat emosi kita labil dan sangat sensitif atau bahkan kita menjadi orang yang pemarah, gampang tersinggung, tidak sabaran dan sebagainya.
Sahabat ! mengambil tamsil hotel yang terletak dikepala kita inilah, mestinya kita mengembalikannya kepada fungsi hotel, yaitu biarkan tamu-tamu itu pulang agar terdapat sirkulasi masalah atau kejadian yang menginap di fikiran kita, kalau kita biarkan ia tetap menginap lama atau bahkan selamnya, maka kepla kita bukan lagi sebagai hotel, melainkan sebagai tempat tinggal bagi semua permasalahan kehidupan yang begitu banyak dan akhirnya rumah kita tersebut tidak dapat lagi menampungnya.
Sudah sering kita mendengar dan menyaksikan dalam kehidupan ini, ada banyak kita yang membiarkan masalah itu tetap ada dalam fikiran kita dan bahkan kita tidak mau melepaskannya, sehingga selalu mengingat kebaikan orang atau sebaliknya selalu mengingat kejahatan orang lain kepada kita yang menimbulkan dendam, terbawa atau dihantui masa lalu, selalu menilai orang berdasarkan ingatan masa lalu tersebut, sehingga orientasinya selalu kemasa lalu.
Saatnya kita pulangkan semua kejadian itu dan jangan biarkan ia terus mengiinap di hotek kepala kita, yang dalam bahasa motivasinya kita lepaskan segala beban untuk meringankan fikiran atau kehidupan kita, beban yang kecil saja kalau kita biarkan terus menerus kita pegang, maka akan terasa berat apalagi kalau beban itu sudah berat dan sampai berapa lama kita mampu menahannya. Alangkan bijak kjalau benda itu kita lepaskan dan letakan dimeja atau dilantai saja, sehingga tidak ada lagi beban.
Sahabat ! saya punya keyakinan dengan memulangkan para tamu (baca masalah-masalah kehidupan) yang ada di hotel kepala kita, maka kita tidak saja mengurangi beban fikiran akan tetapi akan menjadi pribadi yang ihklas menerima kehidupan dan ikhlas dalam berbuat kebaikan tersebut.
Salam secangkir kopi seribu inspirasi.
