CERITA TENTANG “LAYANGAN PUTUS” (SERI SECANGKIR KOPI SERIBU INSPIRASI)

CERITA TENTANG “LAYANGAN PUTUS”

“Saya hanya menyoroti dari ending dari filem ini, yang menampilkan anak dan ibu yang baru saja bercerai bermain layangan dan disinilah inti pesan ceritanya “kalau layangan sudah putus, maka biarkanlah…”

Oleh :

Syaifudin

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, dengan tidak bermaksud menimbrung popularitas filem “Layangan Putus” yang menjadi pembicaraan dimana mana khususnya kaum “ibu” atau “perempuan”, yang ceritanya tentang “perselingkuhan” yang menurut saya sangat sempurna dalam beberapa aspek yang ditampilkan, sempurna tokoh dan perannya, sempurna tega dan “jahatnya”, sempurna keterlaluan modus dan caranya, yang dari sisi tayangan telah berhasil meraih simpati dan empati penontonnya.

Saya hanya menyoroti dari ending dari filem ini, yang menampilkan anak dan ibu yang baru saja bercerai bermain layangan dan disinilah inti pesan ceritanya “kalau layangan sudah putus, maka biarkanlah”. Biarkan ia melayang-layang tanpa perlu kita menyesalinya, biarkan ia didapatkan orang lain karena tokh ia bukan milik kita lagi, biarkanlah ia tersangkut di pohon manapun atau telah jatuh ditempat manapun, jangan risaukan lagi ia masih utuh atau telah robek.

Membiarkan Layangan putus itu dengan cara tidak mengingatnya atau memperhatikannya lagi apalagi menyesalinya, karena ia sudah menjadi “hukum” layangan, barangsiapa yang bermain layangan mesti sudah tahu dan menyadari saat ia putus, maka sudah terlepas dari kita dan tidak perlu dikejar lagi karena ia sudah bukan milik kita lagi dan nasibnya akan ditentukan oleh arah angin yang membawa kemana ia jatuh dan kemana ia nyangkut lagi. Termasuk kepada siapa nanti ia dipunyai orang lagi adalah bukan menjadi urusan kita lagi.

Membiarkan layangan putus adalah prinsip “melepaskan” dari apa yang dulunya kita anggap menjadi milik atau berada dalam penguasaan kita, oleh karena itu prinsip melepaskan ini akan membebaskan kita dari belenggu diri dan fikiran yang akan membuat kita tidak biasa “move on” dalam menjalani kehidupan berikutnya. Biarlah ia lepas dan biarlah semuanya berlalu, yang lalu adalah masa lalu dan aku hidup bukan untuk masa lalau tapi untuk masa kini dan yang akan datang.

Prinsip melepaskan ini sesungguhnya adalah “jalan” terbaik bagi diri kita, karena saat kita melepaskannya, maka alam semesta akan menyiapkan sebuah layangan baru yang akan bersama kita, bukankah orang bijak mengatakan “siapa yang kehilangan, maka ia akan diberikan peluang dan kesempatan untuk mendapatkan yang baru”. Logikanya saat layangan itu masih ada pada kita, maka kita tidak pernah terfikir untuk mendapatkan layangan yang baru dan yang lebih baik lagi.

Mengikhlaskan Kehilangan atau kepergian layangan yang sudah putus adalah bentuk “kesabaran Ruh dan Qalbu” karena pada hakikatnya apa-apa yang kita miliki dan kuasai hanyalah titipan dari Yang Maha Kuasa kepada kita, sehingga kepergiannya adalah “takdir” kehidupan yang sudah menjadi hukumNya dalam kehidupan ini untuk kita ikhlaskan. Kita baru tersadar ternyata segala sesuatu yang ada pada kita dan yang kita miliki dan sayangi sekarang ini, apapun itu bentuk dan wujudnya, berapapun nilai dan harganya, semuanya akan meningggalkan kita dan kalaupun kita tidak meninggalkannya, nanti akhirnya kitalah yang akan meninggalkannya.

Sahabat ! sekuel Layangan Putus yang menceritakan sebuah perceraian karena perselingkuhan memang terlihat kejam, namun sesungguhnya ia adalah ujian untuk kita “naik kelas” ataupun dipersiapkanNya  memantaskan diri akan mendapatkan pasangan yang lebih baik. Namun bagi kita yang tidak ingin layangan itu putus, maka pelihara dan rawatlah dia dengan sebaik-baiknya disertai dengan doa agar ia kokoh bersama kita sehingga tidak perlu menganggap suami atau pasangan kita seperti tokoh Aris dalam filem itu, namun kalau juga takdir kehidupan ia menjadi putus, maka terimalah sebagai suatu “hukum kehidupan” yang akan mengangkat derajat kita, sebagaimana logika penonton yang berharap di season 2 Kinan akan mendapatkan pendamping baru dan hidup bahagia, sementara Pelakornya akan diselingkuhi lagi oleh Aris.

Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini