PETA PERSAHABATAN (SERI SECANGKIR KOPI SERIBU INSPIRASI)

PETA PERSAHABATAN

“Tarikan persahabatan ini kemudian menjadikan kita bersahabat dengan keluarganya sahabat, dan kemudian menciptakan pula persahabatan mereka sesama isteri kita, persahabatan sesama anak kita dan persahabatan antar keluarga besar kita tersebut”.

(Syaifudin)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, setiap kali bepergian ke suatu tempat yang kita tidak mengenal tempat dan jalan di suatu daerah yang kita tuju, maka kita membuka aplikasi “maps” yang ada di smart phone untuk mengetahui tempat dan jalan yang kita tuju tersebut, lama-lama setelah kita memperhatikan “Maps” tersebut ternyata juga didalamya memberikan berbagai informasi tentang tempat ibadah, rumah makan, tempat isi BBM dan tempat-tempat lainnya yang dimuat secara detil sehingga sangat memudahkan kita untuk mencarinya.

Dengan memperhatikan “maps” atau peta inilah saya kemudian terinspirasi untuk melihat peta persahabatan dengan memetakannya sebagaimana layaknya sebuat peta yang menunjukan tempat dan jalan yang tersambung dari satu titik ke titik lainnya. Lantas bagaimana dengan peta persahabatan sahabat semua ? Mari kia telusuri.

Pertama, apa yang menjadi jalur pengikat sehingga kita menjadi terhubung sebagai sahabat ? kalau kita urut masa kehidupan, maka kawan-kawan kita sekampung dan sepermainan adalah jalur utama yang merekatkankannya sebagai sahabat, kalau kita melihat saat sekolah dan kuliah, maka kawan kawan sekelas, sesekolah, seruangan adalah jalur utama kita membina persahabatan, kalau kita melihat kepada jalur pekerjaan atau profesi, maka kolega kita sesama profesi atau pekerjaanlah yang menjadi jalur persahabatan kita, dan seterusnya.

Ke-dua, kepentingan apa yang menjadi pengikatnya ? untuk ini ada banyak jalur persahabatan yang didasarkan oleh adanya kepentingan yang sama, seperti sahabat diperjalanan untuk bepergian kesuatu tempat, seperti sama-sama berangkat haji dan umroh, satu rombongan tour ke tempat-tempat wisata di dalam negeri dan manca negara, jalur adanya kepentingan yang sama dalam perjuangan politik seperti sesama anggota partai, dan seterusnya.

Ke-tiga, dorongan apa yang menjadi pengikatnya ? untuk ini ada banyak jalur pula yang mengikat persahabatan, seperti sabahat dalam beramal atau berbuat kebaikan, tergabung dalam gerakan kemanusiaan membantu sesama yang terdampak bencana, atau kondisi kekurangan materi dan pengetahuan dan seterusnya.

Ke-empat, ada kesamaan apa sebagai pengikatnya ? untuk ini tercipta banyak jalur persahabatan yang didasarkan atas hobby atau kegemaran tertentu, baik itu olah raga, sampai komunitas-komunitas tertentu dalam kehidupan kita.

Sahabat ! saya yakin ada banyak lagi jalur yang menjadikan kita mengikatkan diri sebagai sahabat, baik yang sifatnya personal ataupun komunal, yang istilahnya SAHABAT SESAMA …,  bahkan ada pertemuan sebentar saja tapi berkesan akan bisa mengikatkan diri kita dalam persahabatan, seperti kebersamaan kami di persahabatan MAWADAN 87 yang hanya ketemu beberapa hari dalam rangka menghari upacara kenegaraan peringatan proklamasi kemerdekaan di Jakarta telah melahirkan persahabatan sampai sekarang ini.

Tentu sebagaimana layaknya sebuah “peta” maka ada jalur-jalur utama dan ada jalur-jalur lainnya yang lebih kecil atau bahkan ada jalur yang tercipta tanpa kita sadari saat kita menghubungkannya bepergian ketempat itu, inilah yang saya sebut jalur peta yang kita buat sendiri dan otomatis adanya. Perhatikanlah saat kita bersahabat, maka sesungguhnya pribadi kita akan menarik isteri dan anak-anak kita atau keluarga kita dalam persahabatan itu.

Dari tarikan persahabatan ini kemudian menjadikan kita bersahabat dengan keluarganya sahabat, dan kemudian menciptakan pula persahabatan mereka sesama isteri kita, persahabatan sesama anak kita dan persahabatan antar keluarga besar kita tersebut.

Sungguh kemudian saat kita mencoba mengroreskan jalur persahabatan itu, maka akan membentuk “maps” yang sangat beragam dan luas, seperti layaknya sebuah peta dunia, bayangkan saja kalau kita perluas peta persahabatan itu menjadi, saya adalah sahabatnya temanmu dan temanmu-temanmu dan seterusnya, menjadikannya menjadi tidak terhingga dan akhirnya kita semua bersahabat kalau kita mau menguraikannya dalam goresan alur jalan pada peta itu, yang istilah masyarakat Banjar disebut “becu’ur”.

Sahabat ! begitulah ternyata kalau kita urut pada keyakinan induktif  nenek moyang kita berasal dari Nabi Adam dan Hawa, maka sesungguhnya peta persahabatan menjadi peta kekeluargaan itu adalah dari satu titik yang kemudian memancar pada milyaran titik manusia yang hakikatnya tersambung dari keterutunan yang sama, begitu sebaliknya kalau kemudian dekati secara deduktif maka dari milayaran titik itu ternyata terhubung kembali pada satu titik.

Oh ternyata Kita semua adalah sahabat dan keluarga, dan saat kita merasa seseorang atau sekolompok orang bukan sahabat dan keluarga kita, berarti kita belum membuat peta persahabatan dan kekeluargaan.

Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini