PEMIMPIN DAN PUASA (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

PEMIMPIN DAN PUASA
Oleh : IBG Dharma Putra

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Menjadi pemimpin harus mampu berinteraksi, dengan berkomunikasi dan berkolaborasi, yang berarti harus siap dipuji, dicaci maki, di lobby dan dibohongi setiap hari, sehingga sebaiknya mampu mengenali semua iri, dengki, walaupun masih disembunyikan di dalam hati.

Iri dengki tak akan tampil vulgar terbuka tetapi tertutupi sandiwara tingkat tinggi, karena itulah, seorang pemimpin harus dibekali dengan intuisi dan mampu menggunakan nurani. Keberhasilan kepemimpinan berjalan sejajar dengan adanya intuisi dan nurani yang dipenuhi oleh peduli dan empati.

Pemimpin, kepemimpinan dan menjadi pimpinan yang nota bene berisikan kekuasaan, sepertinya merupakan hasrat yang bersifat maskulin serta hendak diturunkan langsung pada pria generasi berikutnya. Sebuah hasrat, yang dapat dicurigai sebagai bentuk rendah diri seorang pria.

Rendah diri, sehingga ingin selalu terlihat amat kuat serta mampu memuaskan perempuannya sampai terlahir anak lelakinya. Bukankah secara biologi, potensi lahirnya bayi lelaki terjadi pada hubungan suami istri yang pihak perempuannya mengalami orgasmik, simbol hebatnya lelaki.

Kecurigaan tersebut, bisa saja hanya sebuah kecurigaan yang dicari cari alasannya, tetapi cenderung masuk akal jika dilihat kenyataan adanya kepemimpinan, yang suka dipatuhi, mau memonopoli, ingin selalu dikagumi, amat serupa dengan sifat perempuan yang dicari sebagian besar lelaki.

Memang tidak semua pimpinan seperti itu, karena pemimpin berkecenderungan seperti itu akan dikelilingi penjilat dan para penjilat akan bersikap bak perempuan cerdas, mengikuti alur hasrat itu, kalau perlu, dengan bersandiwara,
sampai si pria nyenyak terlelap dalam dekapan penjajahan romantismya.

Strategi, taktik dan kiat seperti itu, biasanya sukses dijalankan oleh para penjilat. Pemimpin dibuat mabuk kuasa, sehingga tak sadar, hanya punya ilusi semata karena sebenar benarnya, kuasanya telah jatuh ditangan para penjilatnya.

Untuk itu, seorang pemimpin wajib berhati hati dan waspada, menjaga kewarasan diri, punya kesabaran agar tak terjebak kerakusan korupsi, bisa selalu mensyukuri dan punya kontrol diri. Mungkin rutin berpuasa dapat menjadi cara mudah untuk memilikinya, dengan cara yang paling disuka, sesuai keyakinannya.

Banjarmasin
13032025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini