
SI KOPLAK
Oleh : IBG Dharma Putra
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Si koplak, sahabat favorit saya, rajin berpuasa, dengan enteng tanpa kendala, karena puasa adalah kesehariannya. Semua temannya tahu, cara berpuasanya sampai ke bagian terlucu, bahwa si koplak hanya tidak berpuasa jika ada yang mengajaknya makan saja.
Si Koplak, tidak pernah diam dan selalu tampak berbicara, beraneka warna yang tidak berguna tetapi tidak membuat luka lawan bicaranya. Dia hanya diam di saat temannya mulai berbicara, serius mendengarkan sampai mulut menganga, menangkap makna bagi hidupnya.
Si Koplak tidak kaya, hanya berkecukupan saja, diyakininya bukan karena usaha tetapi melulu karena doa bunda. Kaya bagi bundanya serupa keseharian semata. Dia lebih tahu tentang kaya, dan selalu berdoa untuk dirinya, agar hidupnya kaya raya untuk bisa berfoya foya, sesuka suka, namun doa bundanya yang diterima, doanya tidak.
Si koplak tidak pernah menderita, karena hidup baginya, hanya guyon semata, menjadi mudah jika dibuat mudah serta menjadi sulit jika dibuat sulit dan sebenar benarnya, dia merasa bahwa, agak sukar baginya, menjadikan hidup mudah sehingga memilih untuk menerima hidup seperti apa adanya.
Si Koplak, tak memerlukan pencerahan, karena hidupnya biasa saja dengan keinginan sangat sederhana. Baginya kerumitan tak berguna jika hanya untuk mendapat inspirasi. Koplak tidak ingin inspirasi, menjauhi ceramah, petuah dan buku yang katanya menginspirasi, tetapi karena itu, hidupnya menjadi inspirasi.
Si Koplak bisa siapa saja, orang biasa, yang hanya bisa bisu, mendengar cerita menyebalkan padahal benar, tak bisa berbuat apa apa, dikala bingung di kerumitan membayar pajak, diawal bulan disetiap tahunnya, merasa bodoh karena telah berupaya patuh, telah mengantri minyak untuk dikelabui, entah oleh siapa.
Si koplak, bisa saja sudah tua dan tak berdaya, hanya bisa diam karena peran di kehidupan, sebagai figuran saja, tetapi dia tetap berharap kembalinya memimpin sebagai kata kerja serta bukan omon omon semata, sehingga dia bisa tak hanya bergembira saat berharap saja, tetapi juga disaat melihat kenyataannya.
Banjarmasin
17032025