SALJU (SERI CATATAN TJIPTO SUMADI)
Jika sahabat ingin bepergian ke bagian benua yang memiliki empat musim, pertama, siapkan pakaian dalam (biasa disebut Long John), bukan jaket kulit apalagi pakaian terbuat dari bahan jeans. Kedua, siapkan pakaian hangat, yang berbulu dan berserat padat tetapi ringan, seperti bahan woll lebih baik. Jangan lupa sepatu pun bukan sepatu seperti yang digunakan sehari-hari di Indonesia, sepatu juga harus khusus agar tidak mudah tergelincir saat menapaki salju. Ketiga. Biasakan membaca atau menonton prakiraan cuaca, karena di negeri dengan empat musim cuaca dapat berubah drastis setiap saat
Oleh Tjipto Sumadi*
SCNEWS.ID-JAKARTA. Bung Karno pernah berkata ada sebuah negeri yang panas tidak terlalu panas, dingin tidak terlalu dingin, hidup tenteram, gemah ripah loh jinawi, baldatun thoyibatun wa robbun ghofur… . Negeri itu, tentu yang dimaksud adalah Indonesia. Meskipun resminya Indonesia hanya memiliki dua musim, hujan dan kemarau, namun, sesungguhnya Indonesia juga memiliki salju, meskipun hanya di puncak gunung Jaya Wijaya Papua. Memiliki daerah bersalju bukan berarti mengalami musim salju. Oleh karena itu, ada teman yang pernah menyampaikan pandangannya; belum bersedia mati sebelum menikmati salju.
Salju merupakan bentuk kondensasi air yang mengkristal di atmosfer, secara perlahan menjadi berat, lalu luruh ke permukaan bumi. Salju dapat permanen (seperti di kutub utara dan selatan, bahkan di puncak gunung Jaya Wijaya) atau dapat pula hanya bersifat sementara, kemudian mencair karena udara panas. Sesungguhnya permukaan bumi yang kita diami ini, sekitar 23%-nya merupakan salju abadi. Salju juga dapat berupa butiran atau molekul air bewarna putih yang menguap bagaikan kapas, lalu berkondensasi di udara, semakin tinggi udara, akan semakin dingin, dan tentu kondensasi air pun semakin padat. Kepadatannya itulah yang akhirnya membuat salju melayang menerpa bumi, bagaikan kapas yang terbang kian kemari menghampar di permukaan bumi. National Snow and Ice Data Center (NSIDC), menarasikan bahwa lapisan salju adalah bagian dari Cryosphere (dari bahasa Yunani yaitu kryos, atau frost dalam bahasa Inggris atau embun beku dalam bahasa Indonesia). Salju adalah pengendapan (presipitasi) padat dalam bentuk kristal es. Salju berasal dari awan ketika suhu berada di bawah titik beku, yaitu 0º Celcius atau 32º derajat Fahrenheit.
Tulisan ini tidak bermaksud membahas lebih detail tentang salju, tulisan ini hanya ingin berbagi pengalaman tentang “bahagianya” menikmati badai salju di negeri Paman Sam. Dalam ketidaktahuan cara menghadapi dinginnya salju yang luruh ke bumi, dan rasa dinginnya dapat merasuk hingga ke seluruh tulang. Dalam perasaan antara senang “bermandikan” salju dengan melawan rasa dingin, penulis bergegas meninggalkan apartemen menuju kampus, yang berjarak sekitar 800 m. Rasa dingin yang pada awalnya membawa exciting, ternyata kurang dari 10 menit kemudian telah terasa merasuk ke seluruh tulang. Dingin pun tak dapat dihindarkan. Menggigil dan tak ada tempat untuk bersembunyi guna menghidarkan diri dari kejaran sang dingin ini. Setelah sedikit agak berlari, dan menemukan sebuah gedung yang pintunya dapat dibuka, tanpa izin penulis masuk dan menghangatkan diri. Namun waktu kuliah yang semakin mepet, maka penulis keluar gedung dan beralih ke gedung lainnya, hingga harus keluar masuk gedung untuk menghangatkan diri. Saat tiba di ruang perkuliahan, semua teman hanya tersenyum, dengan bertanya mengapa kedinginan? Tidak pakai “long john” ya? memangnya kemarin tidak baca forcase ya? Semua pertanyaan yang diajukan, hanya semakin menunjukkan betapa, penulis adalah orang yang tidak faham terhadap cuaca yang terkadang ekstrim di benua yang memiliki empat musim.
Pengalaman pertama teterpa badai salju yang indah tetapi dapat merugikan bahkan membahayakan kesehatan itu, tentu menjadi pelajaran yang amat berharga. Di hari-hari berikutnya, turunnya salju dapat dijadikan hiburan yang menyenangkan, terutama untuk orang yang berasal dari negeri dua musim.

Pelajaran apa yang dapat dipetik dari cerita ini? Jika sahabat ingin bepergian ke bagian benua yang memiliki empat musim, pertama, siapkan pakaian dalam (biasa disebut Long John), bukan jaket kulit apalagi pakaian terbuat dari bahan jeans. Kedua, siapkan pakaian hangat, yang berbulu dan berserat padat tetapi ringan, seperti bahan woll lebih baik. Jangan lupa sepatu pun bukan sepatu seperti yang digunakan sehari-hari di Indonesia, sepatu juga harus khusus agar tidak mudah tergelincir saat menapaki salju. Ketiga. Biasakan membaca atau menonton prakiraan cuaca, karena di negeri dengan empat musim cuaca dapat berubah drastis setiap saat.
Semoga kisah ringan ini dapat menginspirasi sahabat yang akan bepergian atau melanjutkan studi di negeri dengan empat musim.
Semoga Bermanfaat
Salam Wisdom Indonesia
*) Mahasiswa Teladan Nasional 1987
Dosen Universitas Negeri Jakarta
