ANTARA KAU DAN AKU SEBUAH CATATAN 12 TAHUN DUTATV
“Kami menyadari sepenuhnya betapa pentingnya Kau (pemirsa) ini, maka sudah selayaknya berada pada posisi yang didahulukan dalam pertimbangan program tayang kami, karena kami ingin memberikan literasi digital dan literasi media yang “terpercaya dan inspiratif”, dibandingkan konten-konten yang begitu banyaknya dimedia sosial yang umumnya dimuat tanpa filter standar jurnalisme”.
(Syaifudin)
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, saat menulis judul “antara kau dan aku” itu saja sudah terjadi perdebatan fikiran dalam perenungan saya di Ulang Tahun Dutatv yang ke 12 ini, karena darimana saya memulai dan bernjaknya, apakah mulai aku atau mulai dari kau, sebab mendahuluklan kau atau mendahulukan aku bisa dimaknai berbeda. Bahkan perbedaananya bisa sangat tajam layaknya perbedaan paradigma dalam suatu aliran ideologi “individualis” dengan “sosialis”. Namun akhirnya saya putuskan untuk memulai kata “kau” terlebih dahulu dan baru kemudian diikuti oleh kata “aku”.
Istilah “Kau” bisa berarti person yang tunggal dan bisa pula jamak, oleh karena itu istilah kau dapat dimaknai secara pribadi dalam hubungan yang bersifat pribadi, dan bisa dimaknai jamak dari orang-orang atau perkumpulan atau organisasi atau lembaga atau perusahaan. Pada kata “kau” yang terpenting adalah merujuk pada “orang lain” yang bukan diri kita, sehingga kalau mengakatakan “kau” berarti menyebutkan pihak yang bukan diri kita. Oleh karena itulah fikiran jadi mengembara kepada suatu sikap yang terlebih dahulu mementingkan diri orang lain ketimbang diri kita, atau sikap yang mendahulukan kepentingan umum ketimbang kepentingan pribadi, atau prinsip keadilan yang berpihak kepada sebagaian besar orang yang tidak beruntung (justice is fairness).
Sebaliknya istilah “Aku” juga bisa merujuk kepada person tunggal ataupun jamak yang mempunyai kesamaan visi dan misi kehidupan, sehingga mereduksi menjadi aku sebagai satu kesatuan yang diikat oleh hubungan darah, daerah, suku, agama, sekolah, hobby dan lain-lain. Pada kata ‘aku” ini menunjuk pada diri sendiri, sehingga sering dipadankan dengan sikap yang terlebih dahulu dipentingkan dalam setiap pilihan saat berhadapan dengan “kau” yang menunjuk pada orang lain. Namun demikian dalam kerangka interaksi atau hubungan sosial sesungguhnya aku dan kau ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan seperti dua sisi dari satu mata uang.

Sahabat ! begitulah kami (aku) dalam posisi dutatv tidak bisa dipisahkan dengan Pemirsa (kau) dalam menjalankan program siaran dengan berbagai macam flatform pada layar kaca teristerial dan digital, streaming dan media sosial, karena kami ada justeru karena ada pemirsa. Oleh karena itulah di hari jadi yang ke-12 pada tanggal 09 Nopember 2021 ini sangat berterimakasih dan memberikan pengharagaan kepada pemirsa yang telah membersamai kami selama ini.
Kami menyadari sepenuhnya betapa pentingnya Kau (pemirsa) ini, maka sudah selayaknya berada pada posisi yang didahulukan dalam pertimbangan program tayang kami, karena kami ingin memberikan literasi digital dan literasi media yang “terpercaya dan inspiratif”, dibandingkan konten-konten yang begitu banyaknya dimedia sosial yang umumnya dimuat tanpa filter standar jurnalisme.
Tentu ini tidak mudah bagi kami, karena kondisi objektif sekarang masyarakat lebih cepat mempercayai konten di media sosial, namun kami tetap yakin suatu saat ada arus balik untuk beralih dan memilih sumber informasi yang bisa dipercaya dan jelas penanggungjawabnya. Oleh karena itulah kami harus tangguh dan kreatif menghadapi semua ini. Yan kata kuncinya TANGGUH DAN KREATIF sebagai tema perayaan 12 tahun dutatv dan dutatv.com kami ini. Doakan kami yang sahabat semua.
Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

