CRUISING DI SYDNEY AUSSIE (SERI CATATAN TJIPTO SUMADI)

Cruising di Sydney, Aussie

“Hikmah apa yang dapat dipetik dari perjalanan ini? Pertama, to see the world, selalu menarik untuk diceritakan ulang, bukan untuk pamer, tetapi lebih pada untuk mengenang dan memberikan rangsangan, serta informasi bagi pembaca. Boleh jadi, narasi yang disajikan sudah mengalami perubahan dengan fakta yang terjadi masa kini. Apalagi di era pandemik seperti ini, namun setidaknya ada gambaran bahwa keindahan yang diceritakan akan memotivasi kognisi yang dapat membangun imajinasi. Kedua, untuk yang sudah memiliki rencana perjalanan, akan mendapatkan gambaran awal, mana yang akan dikunjungi lebih dulu dan mana yang kemudian. Ketiga, menyadari bahwa anakmu hidup bukan pada zamanmu, maka ada baiknya berbagi pengalaman, agar kisah yang diceritakan menjadi bagian dari the environment learning kepada generasi penerus”.

(Oleh Tjipto Sumadi)

SCNEWS.ID-JAKARTA. Sydney merupakan kota terbesar di Australia, bukan hanya karena banyak lokasi indah untuk dikunjungi, tetapi memang mengesankan. Ada aquarium yang dibangun di tepi laut, sehingga pengunjung dapat secara langsung melihat hewan laut melalui jalur khusus di dalam aquarium ini. Ada jalur yang menurun terus menuju bagian bawah aquarium yang dibatasi dengan dinding kaca dengan laut yang sebenarnya, sehingga pengunjung dapat memandang laut secara alami.

Di salah satu sudut kota, berdiri Sydney Tower yang memiliki ketinggian 309 meter di atas permukaan laut. Bangunan ini menjadi bangunan berbentuk menara tertinggi di Sydney. Menara ini dibangun tahun1974, dan dibuka untuk umum sejak tahun 1981. Di menara atau tower ini, setiap tahun diadakan lomba Run Top-up, yaitu lomba berlari menaiki tangga menara hingga ke puncaknya.

Tentu yang paling menarik adalah Gedung Opera Sydney atau Sydney Opera House. Gedung ini terletak di Bennelong Point di Sydney Harbour berdekatan dengan Sydney Harbour Bridge. Pengunjung dapat sekaligus mengunjungi tempat ini dalam waktu yang berdekatan. Setiap pengunjung wajib memarkir kendaraanya di lokasi yang cukup jauh dari bangunan ini, Dari tempat parkir menuju ke gedung harus berjalan kaki; Jalur ini dibagi menjadi dua lajur, dengan dua arah yang berbeda; untuk dating dan meninggalkan gedung. Di lajur perjalanan ini, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang Sydney Opera House. Jika tidak dapat menyaksikan pertunjukan di dalam gedung, tidak perlu gusar, karena di bagian gedung ini terdapat penjualan merchandise yang banyak dan menarik. Souvenir yang dijual tentu yang erat kaitannya dengan Australia, seperti boneka kanguru, boneka koala, boomerang, gantungan kunci, dan kaos souvenir. Usai menikmati Sydney Opera House, pengunjung dapat langsung menuju Sydney Harbour Bridge. Di jembatan ini, bagi pengunjung yang bernyali besar dapat menelusuri dengan berjalan kaki menyeberangi jembatan. Pengunjung dapat melihat kota Sydney dari ketinggian Sydney Harbour Bridge. Kedua bangunan ini seolah menjadi ikon khusus bagi Australia.

Setelah puas berkunjung di kedua lokasi itu, pengunjung dapat melanjutkan aktivitasnya dengan mengikuti Cruising di “Laut Sydney”. Sebetulnya kurang tepat kalau disebut “laut”, sebab sesungguhnya, “laut” ini merupakan teluk atau bagian laut yang menjorok jauh ke dalam daratan benua Autralia. Selat ini menghubungkan antara Sydney selatan dengan Sydney utara dan membujur dari  timur ke barat. Itu sebabnya antara kedua wilayah itu dihubungkan dengan sebuah jembatan Sydney Harbour Bridge dan tunnel di dasar lautnya. Jika di Sydney selatan ada Sydney University, maka di utara ada Macquarie University.

Melalui Cruising di “laut” Sydney ini pengunjung dapat melihat secara lengkap, Gedung Opera Sydney, Jembatan Sydney Harbour, dan tentu pemandangan kota Sydney beserta Sydney Tower-nya, dari sudut yang berbeda. Sambil melihat pemandangan kota Sydney, pengunjung pun dapat menikmati santap siang yang disajikan dalam layanan cruising ini.

Hikmah apa yang dapat dipetik dari perjalanan ini? Pertama, to see the world, selalu menarik untuk diceritakan ulang, bukan untuk pamer, tetapi lebih pada untuk mengenang dan memberikan rangsangan, serta informasi bagi pembaca. Boleh jadi, narasi yang disajikan sudah mengalami perubahan dengan fakta yang terjadi masa kini. Apalagi di era pandemik seperti ini, namun setidaknya ada gambaran bahwa keindahan yang diceritakan akan memotivasi kognisi yang dapat membangun imajinasi. Kedua, untuk yang sudah memiliki rencana perjalanan, akan mendapatkan gambaran awal, mana yang akan dikunjungi lebih dulu dan mana yang kemudian. Ketiga, menyadari bahwa anakmu hidup bukan pada zamanmu, maka ada baiknya berbagi pengalaman, agar kisah yang diceritakan menjadi bagian dari the environment learning kepada generasi penerus.

Semoga bermanfaat.

Salam Wisdom Indonesia

*) Mahasiswa Teladan Nasional 1987

   Dosen Universitas Negeri Jakarta

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini