INSPIRASI JALAN HIDUP (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

INSPIRASI JALAN HIDUP
Oleh : IBG Dharma Putra

Sebuah perjalanan jauh, menempuh berbagai beda hingga banyak memahami, menjadikan seorang yang punya pikiran tidak tergoyahkan yang tidak dipertontonkan pada sikap perilaku, tapi diselimuti dengan ketulusan, kesederhanaan dan kepedulian sehingga diharapkan di ujung hidupnya, tua hanyalah usia tubuh tetapi tetap muda di dalam pilihan jiwa. …

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Kehidupan ternyata memang menemukan jalan sendiri, bak aliran air yang tak pernah lupa arah menuju laut, begitulah kehidupan menenun dan membuat takdir manusia dalam keunikan saling melengkapi. Orang yang sejak dilahirkan hingga senja usia menetap di tanah asal tentu memetik rasa yang berbeda dibandingkan orang memilih atau terpaksa berpindah pindah. Namun kedua tipe,tetap berada di dalam satu orkestrasi besar bernama kehidupan dan tiap nada punya peran masing masing.

Merasakan situasi yang berbeda, dalam artian hidup bukan di tanah kelahiran dan tak bersama sama keluarga sedarah bak minoritas di tempat sebagian besar penduduk asli dengan budaya tidak sama serta memiliki lingkungan berbeda, memaksa dan membiasakan kemandirian serta melihat hidup sebagai perjalanan unik yang bisa dan wajib dinikmati, tak dengan kompetisi tetapi dengan kolaborasi.

Dalam perjalanan itu, gerak menuju sukses atau tamparan kemalangan nasib, selalu menyisakan jejak yang bisa menjadi fondasi bagi tumbuhnya kehidupan berhati ringan, jiwa matang, disertai kemampuan beradaptasi tanpa tercerabut dari akar budaya sendiri. Kehidupan akan bergerak menuju dimensi spiritualitas untuk melengkapi dramaturgi religi kehidupan.

Watak keras yang tertinggal hanyalah tampilan luar semata karena di saat bersamaan mampu berangkulan dalam dialog akrab mati matian dalam mempertahankan ide sekaligus sebagai pengamat bijak yang berjarak dan mengambil sikap pemihakan independen, juga merupakan ujung pergumulan hidup sebagai orang lain itu.

Kondisi berbeda wajib selalu dipahami melalui empati, supaya tidak timbul salah paham serta resistensi, menjadi penyebab timbul spontanitas yang mencerahkan, mengerti tanpa diminta dan memahami tak harus mencari bukti. Pandangan progresif dirangkul mesra di dalam kontemplasi yang berbisik bahwa manusia besar bukan yang banyak tahu, tetapi yang terus bertanya. Tanya dan pertanyaan menjadi pintu menuju kearifan, dilain sisi rendah hati menjaga langkah tetap di bumi.

Keunikan berbeda, bukan tak mungkin membuat sering berhadapan dengan paradoks, memaksa bersikap asimetris sehingga mampu melengkapi rutinitas dengan kedalaman rasa, yang menjadi keseimbangan rasa dan rasio. Menjadi manusia yang mengedepankan nalar tanpa kehilangan sisi seni, kemampuan refleksi sehingga mampu menghadirkan keceriaan di jiwanya.

Berbeda merupakan takdir yang dapat memberi kemampuan berjarak sebagai dasar objektifitas dan melihat mutu data sebelum mulai mengkaji dan menilai sehingga cenderung tidak reaktif, mampu melakukan kristalisasi dan memahami konteks serta mampu menjelmakan ide dengan diam dalam sunyi keheningan ataupun dengan berdiskusi, berdebat, bertukar gagasan.

Sebuah perjalanan jauh, menempuh berbagai beda hingga banyak memahami, menjadikan seorang yang punya pikiran tidak tergoyahkan yang tidak dipertontonkan pada sikap perilaku, tapi diselimuti dengan ketulusan, kesederhanaan dan kepedulian sehingga diharapkan di ujung hidupnya, tua hanyalah usia tubuh tetapi tetap muda di dalam pilihan jiwa. Pilihan yang selalu berteman niat baik, rasa syukur, kesabaran dan keyakinan pada kasih dan rahmat Tuhan, akan selalu menemukan jalannya menuju kedamaian.

Banjarmasin
16022026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini