JERNIH…JERNIH

JERNIH…JERNIH

“Jernih…jernih… damai… damai …. bahagia, selalu , menjadikan kita ber-energi pada kebaikan dan ketulusan untuk selalu mendekat pada Illahi bahkan batin kita tergetar saat ayatNya dikumandangkan dan nama-namaNya  disebutkan. Jernih…. hening… semakin larut saat air mata menetes di pertiga malam, bertemankan suara alam yang merasuk sanubari, bersimpuh diharibaannya dan tersungkur dalam doa….”

(Syaifudin)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, secara pribadi mendengarkan atau membaca kata “jernih” ini sudah membawa susana fikiran dan batin saya terasa tenang dan kondisi yang sulit untuk diungkapkan bagaimana “hening” atau “bening” nya alam bawah sadar saya, apalagi kalau sambil mendengarkan music instrumen pelan dan syahdu pada petikan gitar, gamelan, saxophone, seruling, piano dan alat musil lainnya yang biasa diputar saat meditasi dan menjelang tidur.

Disamping melantun merdu, sahdu suara music tersebut, lantas terbayang pula gemercik air yang bening, arusnya yang pelan, dasarnya yang terlihat, geliat kayuhan sirip dan ekor beragam ikan yang seolah menari dalam air tersebut, warna warinya yang beragam layaknya kemilau warna pelangi dalam air yang semakin menenggalamkan batin kita pada susana kedamaian sembari memejamkan mata menghayatinya.

Sampai ditahap ini saya mengajak kepada sahabat ikut tenggelam dalam romansa jernih jernih dan jernih nya segala hal yang merasuki jiwa dan perasaan kita sambil menarik nafas dalam dan panjang serta mengeluarkannya secara pelan-pelan, sehingga kita bisa merasakan “arus” udara itu masuk dan keluar dari rongga hidung dan mulut kita…

Seterusnya hati dan jiwa serta rohani kita merasakan detak jantung, rotasi darah dalam urat, gemercik suara perut kita, bahkan kadang terdengar suara batin dan rohani kita memanggil dan memuja kebesaran Yang Maha Kuasa Sang pemberi kehidupan kita ini, kemudian mulut kita tergerak berucap maha suci Dia, syukur, segala puji bagiNya dan kebesaranNya seterusnya beriringan tarikan nafas dan detak jantung kita itu secara totalitas berucap “TIDAK ADA DAYA DAN UPAYA KECUALI ATAS KEKUATAN DAN ANUGERAHNYA”.

Sahabat ! jernih… jernih itulah hanya dapat kita rasakan kalau kita bisa menjernihkan fikiran kita terlebih dahulu dari berbagai prasangka negatif yang membuat keruh fikiran kita, dengan mengembangkan pola fikir tertuju pada sudut hikmah dan kebaikan  sekalipun dikelilingi titik-titik hitam, atau kita bisa melihat sepercik cahaya pada kegelapan,  sehingga yang kita lihat dan masukan ke fikiran kita adalah yang putih bersih dan terangnya cahaya.

Kejernihan fikiran ini kemudian bertaut gayut dengan “kedamaian” hati yang hanya akan bisa kita rasakan kalau kita membebaskannya dari penyakit-penyakit yang mebalut yang membuatnya jadi “rabun” atau bahkan “gelap”.

Kedamaian hati itu pancarannya akan tertutup oleh sifat “iri dengki”, sombong, congkak, ingin dipuji, show kelebihan, paling hebat, paling pintar, paling kaya dan sifat-sifat yang merujuk pada keakuan dan pengakuan diri yang diringi dengan ingin diakui dan dihormati pada setiap fikiran dan tindakannya serta ambisi yang tak pernah henti dan terpuaskan.

Kejernihan fikiran yang bertaut pada kedamaian hati inilah yang akan mampu membawa suasana mendengar  narasi jernih, damai, bahagia merasuk dalam kalbu sehingga terpancar refleksinya pada raut muka dan gestur tubuh, serta memberikan nuansa enak dan damai bagi orang yang berada didekatnya.

Jernih…jernih… damai… damai …. bahagia, selalu menjadikan kita ber-energi pada kebaikan dan ketulusan untuk selalu mendekat pada Illahi bahkan batin kita tergetar saat ayatNya dikumandangkan dan nama-namaNya disebut. Jernih…. hening semakin larut saat air mata menetes di pertiga malam, bertemankan suara alam yang merasuk sanubari, bersimpuh diharibaannya dan tersungkur dalam doa….

Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

 

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini