KEJUTAN YANG MENGEJUTKAN (SERI SECANGKIR KOPI SERIBU INSPIRASI)

KEJUTAN YANG MENGEJUTKAN ?

“Ternyata ada kejutan yang mengejutkan di luar kejutan yang diharapkan, lantaran tidak dikomunikasikan terlebih dahulu, namun ada juga yang mengatakan, kalau dirundingkan terlebih dahulu, hal tersebut tentu bukan lagi kejutan, lantas sahabat pilih yang mana ?”

Oleh : Syaifudin

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, ada cerita yang menarik dari Tuan Guru Fakhruddin Nur (Tuan Guru dari Kuala Tungkal Jambi yang berasal dari keturunan orang Kelua Hulu Sungai Kalimantan Selatan) yang saya olah dengan bahasa dan versi saya tentang seorang Suami yang pergi ke Kebun Karet dengan bersepeda untuk menyadap karet, sepeda diparkir di pinggir jalan perkebunan karet  dan beliau melakukan penyadapan karet untuk mengambil getahnya, singkat cerita pada saat mau pulang “sang suami” ini sangat terkejut melihat sepedanya sudah tidak ada ditempat semula, setelah memperhatikan disekitarnya ternyata sepeda ditemukan tergantung di pohon karet dengan kondisi ban depan telah hilang.

“syukur” kata beliau pencurinya masih baik hati, hanya mengambil ban depan sedangkan body sepeda dan belakangnya masih utuh, lantas beliau memanggku sepeda tersebut pulang kerumah sambil bergumam “wahai sepeda sewaktu berangkat tadi saya yang menaiki kamu, namun saat pulang ini justeru sayalah yang kamu naiki”.

Sesampai dirumah, suami ketemu dengan isteri yang habis mencuci pakaian di tepian sungai disekitar rumah, dan saat memandang dan memperhatikan ke wajah isterinya yang sangat disayanginya tersebut,  terlihat anting ditelinga sebelah kanan isterinya kosong atau tidak ada, sehingga hanya tertinggal sebelah kiri, dan saat ditanya mana antingmu yang sebelahnya, isterinyapun menjelaskan anting itu terjatuh di sungai saat mencuci pakaian tadi. Lantas isterinya juga bertanya kepada suaminya, mana ban depan sepedamu, beliau menjelaskan ban depan sepedanya telah dicuri orang.

Sahabat ! Pada malam harinya, masing-masing suami isteri ini berfikir dan membuat rencana masing-masing untuk menyenangkan hati pasangannya dan sejaligus memberikan kejutan, kata isterinya dalam hati “kasian suami saya ban sepedanya hilang sebelah depan, maka besok aku ke pasar membelikannya dengan menjual anting yang tinggal sebelah ini.  Begitu juga suaminya berkata dalam hati, “kasian isterinya antingnya tinggal sebelah, maka besok aku akan kepasar membelikan antingnya yang sebelah agar menjadi lengkap dengan terlebih dahulu menjual sepedanya.

Keesokan harinya setelah pasangan suami isteri ini kembali dari pasar terjadilah “kejadian yang menggelikan” isteri datang dengan membawa belanjaan ban depan sepeda, sedangkan suami datang dengan membewa belanjaan anting sebelah kanan.

Sahabat ! baik itu suami ataupun isteri dalam cerita tersebut mempunyai niat baik untuk membahagiakan pasangannya dan sekaligus memberikan kejutan dengan mengorbankan barangnya untuk melengkapi barang pasangannya yang hilang, namun karena “kejutan” ini memang tidak dirundingkan terlebih dahulu, maka lahirlah kejutan yang mengejutkan”, lantaran kembali pada posisi anting sebelah dan ban sebelah.

Kehidupan kita sering bertutur, terdapat dua pilihan saat kita memberikan kejutan, yaitu kejutan yang benar-benar kejutan karena tidak merundingkan terlebih dahulu hadiah atau sesuatu yang kita mau kerjakan kepada orang lain atau pasangan kita, namun resikonya bisa saja justeru hal tersebut nalah tidak menjadi kejutan, karena barang atau yang kita kerjakan itu ternyata sudah “tidak bernilai” lagi dimata orang yang mau diberi kejuatan. Atau suatu kejutan bisa saja kita rundingkan terlebih dahulu, hadiah apa atau apa keinginan dari pasangan atau sahabat kita sebelum kita memberikan sesuatu, sehingga kejutan menjadi kejutan di awal dan menambah kegembiraan saat ia menerima hadiah tersebut.

Sahabat ! begitu juga dalam komunikasi, ada baiknya kita selalu mengkomunikasikan kepada pasangan atau keluarga atau sahabat pada saat kita mempunyai keingiginan tertentu, karena mereka bisa saja tidak tahu apa maunya kita dan maunya mereka.  Oleh karena itu “bijak” kalau kita membicarakannya, bukankah pasangan atau keluarga atau sahabat kita ataupun juga diri kita bukanlah “peramal” yang bisa meramal apa kemauan dari kedua belah pihak.

Oh! ternyata ada kejutan yang mengejutkan, lantaran tidak dikomunikasikan terlebih dahulu, namun ada juga yang mengatakan, kalau dirundingkan terlebih dahulu, hal tersebut tentu bukan lagi kejutan, lantas sahabat pilih yang mana ?

Salam secangkr kopi seribu inspirasi.

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini