KESADARAN FUNGSIONAL (SERI SECANGKIR KOPI SERIBU INSPIRASI)

KESADARAN FUNGSIONAL

“Kesadaran fungsional ini mesti diikuti oleh “pengakuan” akan pentingnya fungsi pada benda-benda dan makhluk  di alam semesta ini, baru kemudian dikuti oleh kesadaran menghargai, memperhatikan dan merawatnya untuk keberlangsungan fungsi yang telah membuat hidup kita mudah lantaran saling berkaitan satu kesatuan pada semua sub sistem dalam kehidupan ini”.

(Syaifudin)

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Sahabat secangkir kopi seribu inspirasi, rutinitas aktivitas kehidupan keseharian kita secara sengaja atau tidak terkadang memandu kita pada kesadaran yang sebenarnya sudah sangat kita pahami, namun kepahaman itu tenggelam dalam arus rutinitas, sehingga ada terkadang kejadian yang membuat kita menjadi tersadarkan seperti dinagunkan dari sebuah “kelupaan” akibat rutinitas tersebut.

Begitulah yang saya alami ketika saya mau gosok gigi pada wastapel, tiba-tiba “kran air” tidak berfungsi seperti biasanya, air yang dikeluarkan terlalu kecil sehingga untuk mengumpulkan satu gelas air saja memerlukan waktu yang lumayan lama, akibatnya proses gosok gigi mengalami hambatan kelancaran yang memakan waktu lama akibat kekurangan air saat membasuh mulut dan mebersihkan wastapel dari limbah pasta gigi.

Kejadian ini terlihat sangat sederhana, tapi kemudian menyadarkan saya akan “ada yang salah” saat tidak berfungsinya kran air tersebut, karena selama ini saya kurang memperhatikan atau merawat dan membersihkan salurannya, karena saya punya pemikiran yang namanya kran air itu fungsinya mengeluarkan air secara lancar, lupa ternyata untuk terus lancarny air itu memerlukan perhatian kita.

Perhatikanlah pada seluruh peralatan yang berfungsi untuk membantu kemudahan kehidupan kita, kita akan tersadarkan saat fungsinya terganggu sehingga kita tidak dapat menggunakannya atau tidak maksimal menggunakannya, maka saat itu menyadarkan kepada kita tentang betapa pentingnya peralatan itu selama ini membantu kita dan terkadang karena rutinitas kita melupakan perawatannya.

Perhatikanlah pula dalam saatu hubungan sosial, bagaimana selama ini banyak teman dan sahabat, atas atau bawahan yang telah membantu pekerjaan dan kehidupan kita, namun saat mereka tidak muncul saat kita memerlukannya, maka kita tersadarkan tentang betapa berfungsinya sahabat dan teman tersebut, apalagi kalau kita bicara kerabat, isteri, anak, orang tua yang keberadaan mereka terkadang dianggap biasa, namun kita akan merasakan betapa berartinya sosok mereka itu saat telah tidak bersama kita lagi.

Sahabat ! semua yang ada pada alam semesta ini telah diciptakan dengan fungsinya masing-masing, organ-orang yang ada ditubuh kita membuktikannya secara empirik, mata fungsinya untuk melihat, telinga untuk mendengar, tangan untuk memegang, kaki untuk berdiri atau berjalan, hidung untuk menghirup udara dan setrusnya bahkan sampai pada fungsi organ-organ yang ada dalam tubuh kita mempunyai fungsiunya masing-masing, seperti jantung dan paru-paru dan seterusnya.

Kesadaran akan fungsi tersebut akan memudahkan kita untuk mendeteksi adanya “gangguan” atau “penyakit” atau “ketidaknormalannya”, sehingga pada saat ia tidak berfungsi sebagaimana fungsinya, maka kita sangat mudah mengkualifikasinya ada masalah pada organ atau benda atau hubungan tersebut.

Ada apa? dan mengapa ia sampai tidak berfungsi dan bagaimana selama ini kita memperhatikan dan merawatnya sampai ia tidak berfungsi ? asumsi saya, kita bukan menyelekannya, akan tetapi kesadaran akan fungsinya tersebut belum membawa kita pada sikap “care” terhadapnya, hal ini lantaran rutinitas sehingga seolah-olah sudah menjadi biasa dan kita akan tersadarkan seperti saat saya mau gosok gigi tersebut di atas.

Sahabat ! kesadaran fungsional ini mesti diikuti oleh “pengakuan” akan pentingnya fungsi pada benda-benda dan makhluk hidup di alam semesta ini, baru kemudian dikuti oleh kesadaran menghargai, memperhatikan dan merawatnya untuk keberlangsungan fungsi yang telah membuat hidup kita mudah lantaran saling berkaitan antara berbagai sub sistem pada kehidupan ini.

Diatara sekian fungsi pada benda dan makhluk di alam semesta tersebut, terdapat satu “benda”yang ada dalam diri kita yang disebut qalbu, dalam konteks inilah seorang ahli hikmah kehidupan mengatakan “qalbu ini mempunyai fungsi diantaranya adalah cinta ilmu dan kebenaran serta cinta pada Yang Maha Kuasa”, oleh karena itu saat kita kurang menyukai ilmu dan kebenaran, serta kurang suka ibadah untuk mendapatkan cintanya Allah, maka saat itu kita bisa mengatakan “qalbu” kita tidak berfingsi atau sedang sakit.

Salam secangkir kopi seribu inspirasi.

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini