
MA’AF
Oleh : IBG Dharma Putra
“Mungkinkah ketiga kata itulah yang dicari, agar puasa sebulan penuh, bisa melepas benci serta dendam sekaligus mampu saling memaafkan sehingga layak merayakan kemenangan untuk satu tahun yang terlalui. …”
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Permohonan maaf berarti secara jujur mengakui kesalahan diri, menunjukkan penyesalan dalam kerendah hatian, bertekad tidak mengulanginya, sedangkan memaafkan adalah keputusan yang dilakukan secara sadar untuk melepaskan rasa marah, menghapus luka hati yang menimbulkan benci dan dendam.
Memaafkan walau tidak kasatmata tapi terasa nyata mampu meredakan ketegangan di bahu dan dada, turunkan gejolak yang menggerogoti tidur, memperlambat detak jantung yang dipacu amarah. Penelitian berkata bahwa memaafkan berkaitan dengan penurunan stres, perbaikan kesehatan jantung,sedang dimaafkan membuat napas sesak oleh rasa bersalah menjadi lapang, langkah berat penyesalan menjadi ringan.
Permohonan maaf ataupun memaafkan adalah sebuah tindakan berani, jujur serta rendah hati, yang tak akan pernah terjadi jika tidak didahului oleh proses melepaskan diri dari rasa bersalah, serta menerima tanggung jawab memperbaiki. Keduanya didasari oleh keinginan memperbaiki hubungan, mengutamakan kolaborasi dibanding kompetisi. Pada keduanya terasakan kelegaan, tapi pada memaafkan, perasaan lega lahir oleh kesadaran.
Secara sosial, memaafkan bak titian pembuka dialog, menata lagi kebersamaan. Kemampuan memaafkan bak kelahiran baru di dalam sejarah hidup yang memang dipenuhi salah serta khilaf, sedang dimaafkan berhakikat diterima kembali secara sosial, diberi martabat, tetapi terasakan bahwa memaafkan memiliki daya transformasi yang lebih luas, karena mampu menunjukan diri, walau kuat tetap merangkul dan tak membalas.
Secara spiritual, memaafkan adalah laku sunyi yang mendewasakan jiwa sedang dimaafkan dapat menjadi awal dari timbulnya pertobatan.
Kedua tindakan memerlukan kedewasaan serta kekuatan mental dan akan mampu memperbaiki hubungan antar dan interpersonal hingga dalam jangka panjang, potensial mampu menimbulkan kedamaian batin. Terdapat tiga kata kunci yang mengikutinya, yaitu jujur, tanggung jawab serta rendah hati.
Jujur itu sangat sulit, konsisten jujur menempati kesulitan di level lebih tinggi, pada level tertinggi ditempati oleh keberanian konsisten jujur yang pada hakekatnya adalah integritas, yang secara nyata terlihat dari satunya pikiran, kata, sikap dan tindakan dalam kebenaran.
Tanggung jawab itu berdampak dan hanya akan terjadi bukan hanya karena berani benar tetapi wajib dilakukan dengan baik. Benar didapatkan dengan ilmu, baik dengan pengalaman, secara nyata terlihat pada konsepsi, narasi dan rendah hati sehingga yang dikata dan dibuatnya, ditiru oleh masyarakat.
Rendah hati hanya tersaji serta ternikmati kalau lama berada di puncak, ditampar oleh nasibnya hingga terjerembab jatuh ke dasar jurang curam yang terdalam, melakukan introspeksi sehingga berhasil selamat walau selalu diintip kenyataan yang tak menginginkan keberhasilannya. Hidup wajib dijaga dengan kesederhanaan.
Mungkinkah ketiga kata itulah yang dicari, agar puasa sebulan penuh, bisa melepas benci serta dendam sekaligus mampu saling memaafkan sehingga layak merayakan kemenangan untuk satu tahun yang terlalui. Di hari kemenangan yang ditunggu itu, tak lagi terucap mohon maaf lahir batin tetapi sudah dimaafkan lahir batin.
Banjarmasin
27022026







