PEMIMPIN MEMERLUKAN KEBENARAN (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

PEMIMPIN MEMERLUKAN KEBENARAN
Oleh : IBG Dharma Putra

“Kesulitan membedakan antara kebenaran atau pembenaran, merupakan salah satu penyebab rumitnya kepemimpinan”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Ujung buntu pemikiran tentang sebab terjadinya bencana yang sedang marak saat ini, bermuara pada kegagalan pembuatan keputusan akibat pasokan data tidak bermutu, disertai kurangnya kesungguhan yang mungkin berjalan bersama dengan ketidakjujuran.

Sebuah kebuntuan yang sangat mungkin benar karena dalam keseharian pemimpin yang selalu dikelilingi banyak orang, hakekatnya sepi sendiri dalam keramaian hampa tanpa kebenaran serta hanya dipenuhi berbagai kepentingan sehingga perlu menghindarinya supaya mampu membuat keputusan tepat.

Untuk itulah, pemimpin memerlukan kebenaran, yang bersifat universal, berlaku sepanjang era, bak cahaya yang tidak mengenal batas waktu dan melampaui ruang, dalam memandu gerak kehidupan ke arah yang makin baik. Keseharian sebuah kebenaran adalah fakta yang objektif dan mandiri, tak tunduk pada rasa atau selera. Dalam iman, kebenaran bersifat mutlak serta dipercaya bersumber dari Tuhan.

Pemimpin memerlukan kebenaran untuk dapat mempersembahkan keputusan yang tepat bagi masyarakatnya. Pemimpin wajib bersikap bak peneliti pencari kebenaran melalui perbenturan dialogis di masyarakat, memastikan kebenaran yang didapat tidak terbingkai oleh kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi.

Perbenturan dialogis dilakukan para pemimpin dengan membiarkan penyampaian aspirasi jujur apa adanya, tak mencoba atau tak membiarkan rekayasa aspirasi dengan kuasa ataupun uang. Perjalanan rumit karena masih banyak orang yang hanya berbicara dengan kata kata yang diinginkan oleh pemimpin, sehingga membuat aspirasi independen, wajib dilakukan dengan tegas serta terarah sebagai persembahan yang terbaik bagi masyarakat.

Pemimpin dengan kebenaran membuat rakyat mengetahui fakta nyata dan keputusan didasari kebenaran membuat masyarakat tak lagi curiga dan dapat saling memercayai hingga terbangun hidup tentram dan nyaman. Menjadi semakin sulit karena yang dicarinya bukan kebenaran semata tapi keakuratan, kejelasan, kelengkapan dan ketepatan waktu. Untuk itu, perlu dilakukan kontrol, meminta tambahan keterangan serta menerapkan disiplin.

Pemimpin selayaknya selalu waspada, sehingga dengan cermat dapat melihat bahwa kebenaran memang tak bisa diciptakan tetapi dapat dibuat konyol oleh kepentingan, dengan dibingkai serta diperindah dan ditafsirkan sesuai kepentingan. Kesulitan membedakan antara kebenaran atau pembenaran, merupakan salah satu penyebab rumitnya kepemimpinan.

Pemimpin wajib dan harus bisa membedakan kebenaran dengan kebenaran yang dibingkai, baik dengan bingkai kesepakatan, seolah fakta padahal hanya persetujuan belaka, ataupun dibingkai dengan narasi sangat indah sehingga menyerupai kebenaran, padahal pembenaran belaka. Pembingkaian itu, sulit dibedakan sebab tidak sepenuhnya salah tapi dipastikan jauh dari kemurnian.

Pencariannya kebenaran itu, memerlukan upaya sistematik, berjenjang, terkontrol dan dilakukan terus menerus oleh petugas berintegritas. Untuk itu, karakter, kompetensi serta literasi pelaksana kegiatan wajib diperhatikan. Para pelaksana yang tahu tugas dan tahu cara melaksanakan tugas tersebut sampai berhasil.

Pemimpin wajib menampilkan kebenaran secara sederhana hingga mudah dipahami. Kebenaran jangan dijelaskan dengan rumit, tidak dibuat tak penting, tidak dipersulit pencarian buktinya, dan tidak dipoles agar tampak tidak konsisten atau tidak bertanggung jawab.

Korban pertama dari sebuah kerumitan adalah kebenaran, untuk itulah pemimpin wajib terbuka dan selalu ingat, bahwa jika kebenaran dibuat atau ditampilkan ruwet maka masyarakat akan berpaling dari kebenaran dan sekaligus memilih berpihak pada kebohongan.

Kebenaran pasti menang sehingga masyarakat harus dipastikan tidak berbudaya kebohongan, karena jika semua sudah dipenuhi kebohongan, maka awal kehancuran dimulai untuk perlahan menuju hari kiamat.

Banjarmasin
14112025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini