Memperingati Hari Aksara Internasional
SELAMAT BERJUANG ANAKKU
“Anakku, ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah”.
(Oleh : Robensjah Sjachran*)
SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Anakku …. Bapak teringat, ketika itu di pagi buta hari Minggu, beberapa tahun lalu, sebuah limousine yang sudah dipesan menjemput Bapak & Ibu untuk diantar dari kota Wollongong menuju bandara Kingsford Smith – Sydney; Sabil (anak kami Ananda Sabil Hussein) kami tinggalkan di Sky Accomodation dan bersekolah di University Of Wollongong (UOW) selama 18 bulan untuk mengambil gelar Master of Strategic Marketing.
Masih segar pula dalam ingatan, ketika limousine sampai di tikungan jalan, tanpa disadari titik airmata saat ingat sesaat sebelum menutup pintu Bapak usap kepala Sabil sembari mengucap doa Jenderal Douglas MacArthur yang sangat terkenal:
“Tuhanku… Bentuklah puteraku ini menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah puteraku ini menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku… Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. ….. Putera kami yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya… Berikan dia cukup kejenakaan sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. Tuhanku… Berilah ia kerendahan hati… agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…”.
Anakku …..
Setelah kau berhasil menempuh studi strata 2, kemudian hari itu, dengan menumpang SQ297 Boeing 777-200 engkau berangkat dari Singapura langsung menuju Christchurch, sebuah kota berpenduduk hampir 350 ribu di pulau bagian selatan dari New Zealand, dalam rangka menunaikan tugas belajar dari Negara dan meraih gelar PhD.
Agar memiliki bekal pengetahuan untuk lebih memahami makna hidup, untuk mengiringi keberangkatan ke sana – sekali lagi, di bandara Changi, Bapak mengulang doa MacArthur itu, ….. dan dalam kesempatan itu Bapak berpesan pula untuk diingat sampai kapanpun …. bahwa ilmu yang engkau tuntut hanyalah sekadar jembatan, yang penting tetap bertakwa dan tawakal kepadaNya. Ingatlah pesan-pesan dalam riwayat Lukman, orang biasa yang terpilih namanya diabadikan Allah Swt dalam salah satu surat Al Quran, kepada anaknya:
“Anakku, ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah”.
Untuk Dita & Alia, tidak usah terlalu dipikirkan …. Bapak dan seluruh keluarga turut menjaganya dan menyelimutinya dengan doa. Selamat berjuang anakku …. Waja Sampai Kaputing.
Anakku …..
Kini…. studi strata 3 sudah purna, namun tidak berarti perjuanganmu telah selesai. Babak baru perjuangan akan dimulai ….yaitu perjuangan mengarungi kehidupan. Seperti yang engkau katakan pepatah suku Maori selalu menginspirasi : “Ko te manu kai i te miro nona te ngahere, ko te manu kai i te matauranga nona te ao.” Burung yang makan dari pohon Miro memiliki hutan, burung yang makan dari pohon pengetahuan memiliki dunia. Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jadi, janganlah dilupakan : membaca dan menulis adalah kunci sukses jalan panjang kehidupan, selaras dengan tema Hari Aksara Internasional 8 September 2021 “Literacy for a human-centered recovery: Narrowing the digital divide”. Literasi adalah jembatan dari kesengsaraan menuju harapan. Kofi Annan
Bjm, 8 Sept 2021
* Founder Bens Institute, Akademisi & Praktisi Hukum
