THE 3RD INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAM, DEVELOPMENT AND SOCIAL HARMONY IN SOUTHEAST ASIA (ICDIS) “ISLAM AND THE SOUTHEAST ASIAN COMMUNITIES’ WELFARE IN THE COVID19 ERA”

THE 3RD INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAM, DEVELOPMENT AND SOCIAL HARMONY IN SOUTHEAST ASIA (ICDIS) “ISLAM AND THE SOUTHEAST ASIAN COMMUNITIES’ WELFARE IN THE COVID19 ERA”

SCNEWS.ID.-BANJARMASIN. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin menjadi tuan rumah dalam gelaran KONFERENSI INTERNASIONAL KE-3 TENTANG ISLAM, PEMBANGUNAN DAN KEHARMONISAN SOSIAL DI ASIA TENGGARA dengan tema “ISLAM AND THE SOUTHEAST ASIAN COMMUNITIES’ WELFARE IN THE COVID19 ERA“. Acara ini Kerjasama antara Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Princess of Naradhiwas University Thailand, yang diselenggarakan dengan menggunakan media flatform zoom pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2021.

Prof. Mujiburrahman Rektor UIN Antasari dalam sambutannya mengemukakan berbagai tantangan kita bersama umat islam yakni berupa diskusi yang serius antara “nalar agama dengan nalar sains” yang dibawa oleh dampak pandemi covid 19. Pada sisi sains saat pandemi covid 19 ini , yaitu adanya protocol Kesehatan dari hasil kajian keilmuan “epidemiologi” sementara disisi lain adanya keyakinan tentang “Takdir Allah” yang mengatakan “kita tidak perlu takut pada Virus covid 19, kita hanya takut kepada Alllah”. Akibatnya menimbulkan permasalahan yang seolah terdapat pertentangan antara nalar agama dengan nalar sains tersebut.

Prof. Dr. Wan Kamal Mujani (Pro Naib Canselor, Universiti Kebangsaan Malaysia)

Pandemi Covid 19 dengan protokol kesehatan itu kemudian telah membawa suasana keberagamaan kepada ibadah dan penghayatan yang bersifat personal (pribadi), dari pada yang  bersifat jamaah (kelompok), sehingga memunculkan “fenomena” penghayatan dan pengamalan keberagamaan  yang tertuju pada diri pribadi secara rohaniah. Namun perlu dicatat pula seiring dengan itu muncul semangat membantu atau menolong kepada sesama semakin meningkat dan hal ini sebagaimana terlihat pada gerakan-gerakan sosial membantu sesama yang terpapar dan terdampak dari virus covid 19.

Kita saksikan pula sebagai dampak “fhysical distancing” dan “social distancing” membawa kepada perubahan  perilaku dan cara beribadah dalam menjalankan kewajiban agama, sehingga kemudian dengan melakukan “ijtihad”, Majelis Keagaamaan mengeluarkan fatwa tatacara ibadah yang disebut fiqih pandemic dan mengeluarkan fatwa tentang hal-haramnya vaksin (dari sumber bahan baku vaksin sampai proses penyuntikannya).

Assoc.prof.Cheloh Khaegphong (Assistant to the President PNU, Thailand)

Masa pandemik covid 19 juga mengakibatkan kita  tidak bisa bertatap muka secara langsung (off line), sehingga tatap muka dilakukan secara “daring” atau “online” atau “virtual” dengan sarana teknologi informasi. Oleh karena itulah kemudian kebanyakan kita menjadi sibuk mempergunakan “gaget” atau “Smart phone” yang memberikan fasilitas berbagai macam flatform “media sosial”. Akhirnya pada ramailah media sosial ini, termasuk diramaikan oleh konten-konten yang menyangkut ajaran agama dari para tokoh agama, dengan beragam derajat dan bidang ilmu agamanya. Akibatnya sering ditemukan pendapat yang berbeda antara tokoh agama yang satu dengan tokoh agama lainnya dengan panggung pertentangan secara terbuka, yang bukan tidak mungkin berimbas kepada “kebingungan” umat.

Kondisi-kondisi itulah pada satu sisi menjadi masalah, namun pada disi yang lain justeru menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan pengkajiannya. Dan pesannya adalah islam akan tetap hadir di ruang publik untuk memberikan petunjuk yang “benar” berdasarkan “dalik aqli” dan “dalil naqli”, sehingga panduan ajarannya dapat diterima secara “syariat” dan “ilmiah” dalam perpaduan yang saling melengkapi dan bukan dipertentangkan.

Menjawab perubahan dan tantangan di masa pandemic covid 19 tersebut, Kita memiliki dan dibekali oleh hazanah islam yang bersifat local yang terus digali dan kembangkan, sehingga kita tetap optimis untuk menghadapi itu semua.

Catatan : diolah dan disarikan oleh Syaifudin.

Terbaru

spot_img

Related Stories

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini