PERJALANAN CINTA (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

PERJALANAN CINTA
Oleh : IBG Dharma Putra

“Perjalanan cinta adalah perjalanan menemukan keseimbangan harmoni dari gairah, penerimaan dan ketulusan. Gairah itu nyala, penerimaan itu memberi ruang, ketulusan memberi kedalaman, ketiganya berjalan dalam heningnya romansa mesra semesta menuju cinta.”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Ini bukan konsepsi teoritis tentang cinta tetapi hanya pengalaman dari membaca, melihat dan mengalaminya sehingga hanyalah bersifat opini yang jauh dari teori hingga sangat mungkin tak serupa, tak sama bahkan berbeda pada setiap pelakunya. Kemungkinannya, jika setiap pelaku mau berbicara jujur terbuka, niscaya kumpulan ceritanya mampu dibuat setara dengan konsep teoritis tentang perjalanan cinta.

Dimulai dari pengetahuan awam tentang cinta yang mempunyai aspek fisik dan psikis berupa gairah, penerimaan dan ketulusan. Ketiganya mewakili tiga lapisan yang berbeda, gairah itu menyentuh tubuh dan rasa tertarik, penerimaan menyentuh kesediaan menerima sifat pasangan dan ketulusan menyentuh niat dan kejujuran hati. Karena itu, ketika hanya satu unsur yang hadir, hubungan cenderung kehilangan keseimbangan Gairah tanpa penerimaan dan ketulusan, hanya berhenti pada ketertarikan fisik, yang akan jadi rapuh saat tubuh mulai berubah.Bisa membawa pada hubungan badan tetapi tidak melahirkan kedekatan batin.

Penerimaan tanpa gairah dapat menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan, tidak memiliki daya tarik sebagai cinta yang utuh. Ketulusan tanpa gairah dan penerimaan dapat melahirkan niat baik tetapi akan sulit bertumbuh dan dapat menjadi ajang eksploitasi pasangan.

Dengan kata lain, satu unsur saja dapat menjadi awal dari sebuah hubungan, tetapi belum cukup untuk disebut sebagai perjalanan cinta. Begitu juga jika ada gairah dan penerimaan tanpa ada ketulusan, dapat menciptakan hubungan terasa indah tetapi mudah berubah menjadi transaksi perasaan.

Begitu juga jika ada gairah dan ketulusan tanpa penerimaan, mampu memunculkan keseriusan dalam mencintai tetapi dapat berubah menjadi penjajahan didasari oleh keinginan membentuk pasangan sesuai kehendaknya. Cinta bergeser menjadi kepemilikan karena ketulusan tak akan mengubah sekaligus membiarkan menjadi diri sendiri.

Jika yang ada hanya penerimaan dan ketulusan tanpa gairah maka akan ada hubungan akrab, saling hargai dan peduli, tetapi tak mengandung romansa intimasi yang dipenuhi kerinduan utuh antara tubuh, hati dan jiwa, kerinduan menusuk kalbu. Cinta yang utuh wajib mempunyai ketiga tiganya, gairah yang badaniah, penerimaan mulai disentuh oleh rasa dan jiwa yang bersifat rohaniah dan ketulusan menyatukan badan dan jiwa serta bersifat badaniah dan rohaniah

Denyut faaliah dan proses patofisiologi dimulai dari gairah, selanjutnya di munculkan perasaan tertarik dan menggerakkan keinginan mendekat. Dari kedekatan lahirlah penerimaan dan tumbuh rasa nyaman serta keterikatan, sehingga pada kedalaman tertentu ketulusan mulai mengambil kesediaan mencintai tanpa menuntut balasan.

Pada titik itu, gairah tak hanya dorongan tubuh, tetapi mulai menemukan makna dalam hati dan jiwa, perjalanan yang semula bersifat badaniah perlahan bergerak menuju cinta, menyatunya tubuh, rasa dan jiwa, yang membuat tai kucing terasa coklat. Hipnotis cinta membuat semesta dipenuhi canda tawa cerita sepenuh suka cita kegembiraan.

Tak bisa dipungkiri bahwa perjalanan tak mulai dari gairah tapi dari penerimaan atau ketulusan kemudian tumbuh dalam melalui perhatian atau kebersamaan, sebagaimana pepatah, Witing tresna jalaran saja kulino, cinta tumbuh karena terbiasa dekat hingga menemukan kenyamanan dalam kebersamaan.

Dari kebiasaan yang semula sederhana, rasa dapat menemukan jalannya sendiri, awalnya hanya menerima kemudian merindukannya dan semula hanya tulus memperhatikan, ujungnya menyadari bahwa kehadirannya telah menjadi bagian dari denyut kehidupan. Dari teman jadi demensia dan awalnya kawan akhirnya kawin.

Perjalanan cinta adalah perjalanan menemukan keseimbangan harmoni dari gairah, penerimaan dan ketulusan. Gairah itu nyala, penerimaan itu memberi ruang, ketulusan memberi kedalaman, ketiganya berjalan dalam heningnya romansa mesra semesta menuju cinta. Perjalanan penuh misteri dari seorang pecinta gila yang tak harus dipercaya, cukup dibaca saja.

Banjarmasin
21082926

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini