CINTA DI DALAM CAHAYA SUBUH (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

CINTA DI DALAM CAHAYA SUBUH
Oleh : IBG Dharma Putra

“Dalam cinta, bukankah rahasia jika tersimpulkan bahwa kesetiaan itu, bersumber dari kesabaran melewati perdebatan disertai kesadaran adanya masalah yang tidak perlu diperdebatkan. Bahwa dunia tak sempurna hingga cinta sempurna juga tidak pernah ada. Cinta bisa abadi tidak karena sempurna tetapi karena menerima semua yang ada dengan ketidaksempurnaannya.”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Keheningan subuh selalu membawa anugerah yang sulit dijelaskan dalam kata. Anugerahnya kali ini berupa hati ringan, badan segar, pikiran terbuka, disertai tubuh yang terasa kokoh serta jiwa rapuh, mengadu haru atas semua coba dan goda, juga ungkapan syukur atas kesehatan, kesejahteraan, kebahagiaan dan kesiapan lahir maupun batin, apabila sewaktu waktu dipanggil kembali kepadaNya. Suasana subuh nan mesra dan menghadirkan rasa bersih jernih seolah jiwa dicuci oleh embun yang turun bersama cahaya fajar.

Kejujuran mengalir deras, di dalam ruang dialog sepenuh kerinduan, dari seorang hamba sahaja dengan penciptaNya, tak sisakan kebohongan yang ditutupi, disamping karena tidak satupun bohong yang bisa sembunyi dari hadapanNya, juga karena ingin mendapat kemantapan jawab, hindarkan diri dari sandiwara, meringankan jiwa serta melapangkan nurani, hingga bisikan batin terdengar jelas dalam kelembutan nan mesra.

Dari perjumpaan jujur, terlahir cara memandang kehidupan, bahwa doa tidak semata rangkaian kata, tapi mantra yang akan menjelma menjadi cahaya, menerangi setiap langkah sejak mata terbuka hingga kembali terpejam, mengajarkan bahwa mencintai sesama merupakan kelanjutan dari mencintai Tuhan. Ternyata cinta tak hanya rasa tapi kebiasaan hati yang terus disucikan.

Dalam cinta, bukankah rahasia jika tersimpulkan bahwa kesetiaan itu, bersumber dari kesabaran melewati perdebatan disertai kesadaran adanya masalah yang tidak perlu diperdebatkan. Bahwa dunia tak sempurna hingga cinta sempurna juga tidak pernah ada. Cinta bisa abadi tidak karena sempurna tetapi karena menerima semua yang ada dengan ketidaksempurnaannya.

Kesetiaan akan bertumbuh dari kejujuran yang berjalan seiring dengan kearifan. Kejujuran yang tidak lahir dari keterpaksaan oleh pengawasan tetapi dari hati telah memilih. Itulah sebabnya seseorang bisa berkiprah dengan tenang tanpa menginginkan pasangan lain, tak hanya karena telah memiliki pasangan, tetapi karena memang tidak ada keinginan untuk berpaling.

Kejujuran bukan tonil untuk dipertontonkan kan pada orang lain tapi keselarasan antara pikiran, hati, dan perbuatan yang tetap utuh, baik ketika dilihat atau saat tak seorang pun menyaksikan. Dengan begitu, kesetiaan bukanlah perjuangan dipenuhi takut akan ketahuan tetapi kebebasan yang lahir dari cinta yang telah dewasa.

Ketika cinta mewarnai tabiat, keterbukaan akan menjadi kebiasaan maka kendali diri tak terasa sebagai beban. Itulah renungan terindah subuh ini, hadirnya cinta di dalam cahaya subuh, cinta bersemi indah dalam doa, dipelihara oleh sabar, diterangi kesadaran, dimurnikan oleh kejujuran dan diteguhkan oleh kesetiaan.

Banjarmasin
24072026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini