CARA KERJA CINTA (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

CARA KERJA CINTA
Oleh : IBG Dharma Putra

“Guyon yang mungkin terjadi bak pepatah baru yang berbunyi, Bersatu Kita Teguh, Satu Satu Tercerai Berai. Karena itu, jangan biarkan cinta tak hanya menjadi urusan dua hati yang saling memiliki, jadikan cinta itu sebagai persahabatan yang saling menjaga. Buat keabadian cinta, tak karena tidak pernah ingin pergi, tetapi karena temukan alasan untuk tetap bersama, dengan lebih dewasa, lebih jujur, lebih lembut, dan lebih penuh kasih.”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Ketika mencintai, perubahan apapun yang bisa terjadi, bahkan perilaku terburuk yang diketahui, hanyalah kecacatan kecil yang bisa ditoleransi, sehingga mencintai ataupun dicintai hendaknya dijaga sampai mati. Kondisi itu akan terjadi jika cinta tak hanya bertumpu pada keindahan tapi pada keberanian bertahan bersama, selama hati masih menemukan alasan untuk saling hormat, memaafkan dan pulang kembali.

Keberanian bertahan bersama, diakibatkan oleh tidak adanya sejarah keluarga terpisah di dalam keluarga serta rasa sayang pada masa depan anak cucu tercinta, ditambah dengan keyakinan logis, tidak mungkin ada manusia tanpa cacat dan khilaf. Mengejar yang tampak baik belum tentu berarti menemukan kehidupan yang lebih baik, ibarat mengejar ngejar huruf Z karena tak pernah mempunyai nya dan hanya punya huruf A sampai Y, dapat berujung hanya mempunyai huruf Z dan kehilangan huruf A sampai Y.

Dengan dasar pemikiran mengejar kurang yang sedikit, berdampak mendapatkan lebih banyak kekurangan, menjadi dasar kesadaran bahwa cara kerja serta cara bertumbuhnya keabadian cinta, tidak hanya mengandalkan gairah serta penerimaan dan ketulusan, tak juga hanya oleh komunikasi, kompromi dan komitmen tapi pada saling memberi perasaan aman untuk menjadi seutuhnya tanpa perlu bersandiwara sampai usia menutup cerita.

Pengalaman hidup dan jadi tua, menempatkan cinta yang matang memberi ruang bertumbuh tanpa saling mengecilkan, berjalan beriringan tidak harus selalu dengan langkah yang sama, cinta yang bersuara mesra dan bukanlah sunyi yang berjarak, suara yang tak dihakimi, tangis yang tak hilang martabat, tawa yang tak hilang kesungguhan, salah yang diperbaiki bersama.

Itu hanyalah cerita pengalaman dan bukan teori yang hanya bisa dibaca pada buku tebal usang berdebu. Sebagai pengalaman tentu dipenuhi kelemahan karena belum mengalami berbagai perbenturan dialogis dengan pengalaman yang lain untuk menjadi kebenaran. Bisa digolongkan sebagai opini tentang cinta yang terbukti dapat bertahan melewati segala musim, di saat cinta yang lain gugur karena berbagai hambatan

Cerita yang hanya memperlihatkan pentingnya menjaga agar tiada pengalaman perpisahan di dalam keluarga, keberanian bercerita dan saling memaafkan dan keberanian pulang walau untuk sementara, disambut dengan ketidaknyamanan, untuk mengabadikan cinta. Keberanian disertai kesadaran bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Jangan biarkan egoisme menjadi tembok serta meminta maaf hanya sebagai pembenar untuk menghapuskan salah. Biarkanlah kesalahan itu terlihat untuk diterima, bukan dibenarkan tetapi memang salah yang sekaligus diyakini mampu diperbaiki. Jangan mengejar paradoks sangat sempurna tetapi mendapatkan penderitaan.

Pengalaman juga mengajarkan bahwa kondisi diatas lebih mudah terjadi, jika secara sengaja mengelilingi diri dengan orang baik dan berniat baik yang sudah teruji cinta dan kesetiaannya pada keluarga. Masa lalu seseorang tentu tidak perlu dihapus, sekaligus tak dijadikan hukuman seumur hidup, yang penting adalah melihatnya di hari ini.

Ketahuilah bahwa kesalahan lama yang telah direnungkan, bisa menjadi cerita, ditertawakan bersama, tak untuk meremehkan luka tapi agar luka tidak menakutkan lagi untuk dibicarakan. Persahabatan dewasa yang mampu menerima seutuhnya untuk tak perlu dibicarakan tetapi dijaga bersama agar tak terulang lagi,

Godaan itu selalu nikmat setidaknya terbayang nikmat sehingga jika dihadapi bersama secara jujur akan lebih mudah dan mampu digeser dari serius menjadi guyon. Bukankan persahabatan dewasa itu akan serius ketika harus serius dan guyon saat situasi punya kemungkinan untuk ditertawakan tetapi takkan pernah melukai.

Guyon yang mungkin terjadi bak pepatah baru yang berbunyi, Bersatu Kita Teguh, Satu Satu Tercerai Berai. Karena itu, jangan biarkan cinta tak hanya menjadi urusan dua hati yang saling memiliki, jadikan cinta itu sebagai persahabatan yang saling menjaga. Buat keabadian cinta, tak karena tidak pernah ingin pergi, tetapi karena temukan alasan untuk tetap bersama, dengan lebih dewasa, lebih jujur, lebih lembut, dan lebih penuh kasih.

Banjarmasin
14082026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini