CINTA NAN MERAYU (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

CINTA NAN MERAYU
Oleh : IBG Dharma Putra

“Cinta termanis bukanlah cinta yang menjanjikan hidup tanpa luka tapi menerima suka dan duka, punya alasan untuk tetap ada dalam campuran rasa dan logika disertai oleh senyum serta tawa bahagia setelahnya. Kalau bermanja, cinta akan berkata, aku diriku dan tetap mempunyai rumah serta pulang di dirimu.”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Cinta tak akan ada jika dicari pada orang yang tak pernah membuat menangis tetapi ada pada orang yang selalu berupaya menjaga agar tidak kehilangan jati diri. Jati diri ataupun menjadi diri sendirilah yang memunculkan bahagia dan tak sekedar menangis atau tertawa. Disanalah cinta membuat bahagia.

Cinta itu tampil apa adanya, dalam suka duka akan sama saja, tidak selalu membuat tertawa tetapi juga tidak selalu membawa air mata, dan lucunya sebelum dan sesudahnya, duduk manis di samping kita seolah tidak tahu apa apa, jauh dari perasaan telah khilaf berbuat dosa atau menanam pahala.

Jika dibuat menangis, jangan terburu salahkan cinta karena menangis tak berarti tak bahagia dan air mata tidak jarang menjadi guru cinta, mengajarnya untuk tak menghapus tangis tapi menyediakan bahunya untuk bersandar serta menangis sehabis air mata sampai lega, tidak sedikitpun tersisa duka serta yang ada hanya bahagia.

Pelukan cinta membiarkan tangisan sekaligus mencegah pergi, berarti menerima apa adanya sekaligus tetap menjadi diri sendiri sehingga tak lelah menyamar karena cinta itu membutuhkan kejujuran yang terbuka tanpa polesan citra dan tanpa polesan sandiwara. Cinta itu konsisten dan hanya boleh berubah hanya untuk semakin mengenal diri, tidak untuk berubah sampai lupa diri, tak berubah jadi palsu sebab cinta inginkan keaslian tak berpura pura. Perubahannya cinta adalah menjadi diri lebih baik dari sebelumnya.

Cinta termanis bukanlah cinta yang menjanjikan hidup tanpa luka tapi menerima suka dan duka, punya alasan untuk tetap ada dalam campuran rasa dan logika disertai oleh senyum serta tawa bahagia setelahnya. Kalau bermanja, cinta akan berkata, aku diriku dan tetap mempunyai rumah serta pulang di dirimu.

Mencintai berarti menemaninya tumbuh dengan rayuan dan godaan. Merayu agar tak lagi keras kepala dan menggoda jika terlalu serius dengan perbaikan citra, bahkan mencubit jika dianggap lupa bahwa hidup harusnya dinikmati bersama. Mencintai tidak perlu banyak kata, cukup cinta padamu serta akan tetap dan selalu memilihmu.
Cinta itu, cinta nan merayu.

Banjarmasin
05092026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini