CINTA NAN BAHAGIA (SERI OPINI IBG DHARMA PUTRA)

CINTA NAN BAHAGIA
Oleh : IBG Dharma Putra

“Pada akhirnya, cinta mencapai kematangannya ketika mampu memeluk kehidupan apa adanya, tanpa kehilangan semangat untuk berbuat baik dan tanpa berhenti mensyukuri tiap anugerah. Di sanalah kebahagiaan bertumbuh, tak karena hidup selalu memenuhi harapan, tetapi karena hati tetap memilih mencintai dalam penerimaan yang tulus.”

SCNEWS.ID-BANJARMASIN. Pengalaman hidup sampai mencapai umur tua, sering kali dapat dikristalkan menjadi inspirasi, butiran hikmah yang layak diwariskan kepada generasi muda, untuk dipahami, disempurnakan dan tetap dihidupkan di keseharian dengan cara sesuai eranya di masa kini. Dalam kearifan lokal dikenal sebagai getuk tular, menyampaikannya dari hati ke hati supaya kearifan mampu selalu bertumbuh dalam makna.

Hikmah kehidupan yang paling mudah di getuk tular kan, tentu yang paling penting serta masih bening dalam ingatan, yaitu cinta nan bahagia, tak hanya gejolak rasa, tetapi perpaduan antara gairah yang hidupkan jiwa, berani menerimanya serta ketulusan yang bebas dari segala pamrih. Sistematikanya diawali tumbuh berkembangnya peduli, dipelihara oleh asa dan cinta selanjutnya disempurnakan oleh ikhlas menerima kehidupan apa adanya.

Artinya, gairah cinta menumbuhkan kepedulian yang membuat kerelaan hadir bagi sesamanya. Kepedulian itu kemudian melahirkan asa, sebab hanya hati yang peduli mampu memelihara asa dengan setia. Ketika harapan berjalan bersama ketulusan, maka kesadaran yang muncul adalah untuk bahagia, tidak semua ingin harus didapat, karena penting juga kedewasaan hati untuk bisa menerima takdir

Pada akhirnya, cinta mencapai kematangannya ketika mampu memeluk kehidupan apa adanya, tanpa kehilangan semangat untuk berbuat baik dan tanpa berhenti mensyukuri tiap anugerah. Di sanalah kebahagiaan bertumbuh, tak karena hidup selalu memenuhi harapan, tetapi karena hati tetap memilih mencintai dalam penerimaan yang tulus.

Diyakini, kehidupan yang makin sibuk, membuat kepedulian menjadi peristiwa yang langka. Lebih langka lagi ketika kepedulian diberikan kepada seseorang tanpa berharap balasan. Karenanya, janganlah membiarkan gengsi ataupun perkara kecil yang remeh temeh, membuat kepedulian merasa ditolak, berujung menjauhnya ketulusan dan hilangnya kasih yang sedang mekar dalam keseharian kehidupan,

Sadarlah bahwa kepedulian berhubungan kuat dengan pencapaian harapan, karena harapan jarang terwujud hanya oleh kemampuan pribadi serta memerlukan kehadiran kebersamaan dan kepercayaan, kerja sama atau dukungan orang lain. Kepedulian tulus melahirkan rasa diterima, tumbuhkan rasa dipercaya, menguat eratkan hubungan, membuka ruang terhadap upaya saling membantu dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ketika kepedulian ditolak karena gengsi atau persoalan sepele, hubungan menjadi renggang, kepercayaan memudar, dan kesempatan untuk saling menguatkan ikut hilang, sehingga jalan menuju harapan akan menyempit. Karena itulah maka kepedulian tak hanya diposisikan sebagai sikap moral semata tetapi sebagai energi sosial yang menjadi penghubung sesama, memelihara ketulusan, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan asa bertumbuh menjadi nyata.

Bukankah manusia itu, hidup karena harapan, yang sering terbayang dalam mimpi. Harapan merupakan salah satu aspek terbaik kehidupan asalkan berteman dengan ketulusan, sebab ada asa yang menjelma nyata tetapi ada juga yang tetap menjadi mimpi, yang tetap perlu dikenang indah dalam ketulusan. Walaupun begitu, setiap mimpi tetap memiliki makna sebab tetap dapat memberi keberanian untuk melangkah, akhirnya mampu memberi kesadaran bahwa hidup tidak selalu berjalan sebagaimana yang diinginkan.

Ada hubungan sangat intim antara asa dengan bahagia, bak harapan sebagai benih sedangkan kebahagiaan adalah bunga nan indah, mewangi yang mekar karena kesetiaan merawat benih dengan kesabaran, ikhtiar, dan keberanian. Asa memberi arah bagi setiap langkah, bak cahaya di kejauhan, sebagai petunjuk tempat tujuan.

Namun, kebahagiaan tidak semata lahir ketika seluruh harapan terpenuhi, tetapi tumbuh saat manusia mampu mensyukuri setiap proses yang mendewasakan jiwa, bisa menerima kegagalan sebagai guru dan memberi makna keberhasilan sebagai amanah. Dengan demikian, harapan dan kebahagiaan terikat dalam hubungan yang saling menghidupi, harapan menjaga semangat sedang kebahagiaan memberi kekuatan supaya harapan tidak berubah menjadi sekadar angan.

Di antara keduanya mengalir hikmah kehidupan, bahwa hidup tidak semata tentang mencapai tujuan, tetapi tentang menemukan keindahan dalam setiap langkah menuju tujuan itu. Dengan begitu maka kekhawatiran yang selalu berjalan bersama dengan kebahagiaan dan harapannya, mampu diolah menjadi kedewasaan

Akhirnya, hidup tak hanya mencari kebahagiaan sempurna, tetapi tentang menjaga kepedulian, merawat harapan, mensyukuri kebahagiaannya, dalam artian tanpa terlalu khawatir karena tahu tak semua mimpi bisa menjadi kenyataan. Itulah makna terdalam kehidupan manusia.

Banjarmasin
12072026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini